settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah kita perlu membaca buku selain Alkitab?

Jawaban


Alkitab membuat klaim tentang penciptaan alam semesta, khodrat Allah yang menciptakan alam semesta dan yang berdaulat di atasnya, dan takdir umat manusia. Jika klaim ini benar, maka Alkitab adalah buku terpenting dalam sejarah manusia. Jika Alkitab benar, maka di dalamnya terdapat jawaban bagi pertanyaan kita tentang kehidupan: "Dari manakah saya sebetulnya?" "Mengapa saya disini?" dan "Apa yang terjadi setelah saya mati?" Pentingnya pesan Alkitab menyaratkan pertimbangan dan perhatian yang seksama, dan kebenaran pesan itu dapat diamati, diuji, dan tahan diperiksa.

Alkitab mengajar bahwa kita perlu merenungkan firman Allah (Mazmur 1:2-4). Diajarkan juga bahwa, “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). Dalam kata lain, buku-buku lain yang mengajak hidup kudus, bermanfaat bagi perjalan kita dengan Kristus. Tafsir Alkitab, materi pendalaman Alkitab, dan renungan harian – semua ini merupakan tulisan yang dapat memperdalam pemahaman kita akan Alkitab.

Selebihnya, buku lain juga bermanfaat secara praktis dalam kehidupan kita. Dari pengetahuan ilmiah hingga reparasi kendaraan, informasi yang kita butuhkan sehari-hari dapat ditemukan dalam buku.

Ketiga, buku aliran fiksi juga menyenangkan dan menambah pengetahuan. Selama isi buku itu tidak berlawanan dengan Alkitab, buku novel dapat menyampaikan kebenaran, sama seperti fungsi perumpamaan Yesus. Satu Korintus 10:31 mengajar, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Inilah standar yang berlaku bagi orang percaya. Jika suatu buku dibaca bagi kemuliaan Allah, maka ada alasan yang pantas untuk membacanya.

Ke-empat, ada buku yang membantu kita memahami dan menjangkau orang yang tidak mengenal Kristus. Alkitab sudah jelas bahwa kita dipanggil untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus (Matius 28:18-20). Buku juga membantu kita mempelajari bahasa lain, memahami kebudayaan berbeda, dan bahkan karya tertulis agama lain. Meskipun kita perlu berhati-hati dalam menangani karya tertulis agama lain, mengenali tulisan karya kebudayaan lain cukup membantu dalam memperbaiki pola komunikasi kita dalam menyampaikan kebenaran Alkitab.

Tentunya, ada beberapa buku yang sebaiknya tidak dibaca oleh umat Kristen. Buku-buku yang “menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat” (Yesaya 5:20) perlu dihindari. Selain itu, buku-buku yang menggambarkan secara terang-terangan tindakan asusila dan pembunuhan jangan dibaca, apalagi yang berbau pornografi. Buku-buku semacam itu adalah bagian dari “perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa” (Efesus 5:11), yang dijuluki “memalukan” oleh rasul Paulus (Efesus 5:12).

Pada akhirnya, cukup jelas bahwa Alkitab adalah buku terpenting dan harus menjadi prioritas utama bagi umat Kristen. Buku lain bermanfaat dan mengandung kebenaran, namun hanya Alkitab sendiri yang ‘dinafaskan Allah’ dan terilhami (2 Timotius 3:16-17). Ada kalanya Paulus membahas karya tulis lain (Kisah pasal 17) ketika mengabarkan Kristus kepada orang lain, namun sebagian besar rujukan yang ia berikan berasal dari Perjanjian Lama yang terilhami.

Yesus Sendiri menjadi teladan terbaik kita. Ketika Ia dicobai, bagaimana Ia memberi respon? Ia mengutip Firman Allah sebanyak tiga kali (Matius 4:1-11). Buku lain dapat membantu perjalanan kita dengan Allah, namun semua buku lain tidak boleh mengalihkan kesetiaan kita pada Firman Allah.

English


Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah kita perlu membaca buku selain Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries