Pertanyaan
Apa yang Alkitab katakan tentang bersikap kepo/ usil?
Jawaban
Kepo adalah frasa sehari-hari yang tidak ditemukan dalam Alkitab. Ketika kita mengatakan bahwa seseorang itu kepo (atau usil), umumnya berarti dia terlalu ingin tahu. Orang yang kepo mencampuri urusan yang bukan urusannya, memberikan pendapat yang tidak diinginkan, atau mengajukan pertanyaan yang terlalu pribadi. Paulus menyebutkan para janda yang dapat dicap sebagai "usil"-mereka yang "keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas" (1 Timotius 5:13). Seorang "seksi sibuk" yang mencampuri kehidupan orang lain dan terlibat dalam hal yang bukan urusannya adalah "kepo", dan Alkitab mengatakan untuk tidak menjadi seperti itu.
Tentu saja, bukan hanya janda yang bisa memiliki kebiasaan kepo. Orang-orang dapat ditemukan kepo dalam segala macam situasi-kantor, gereja, keluarga, dan media sosial, semuanya berisi orang-orang yang kepo. Motif untuk menjadi kepo bisa jadi karena kebosanan, ketidakpuasan terhadap kehidupan sendiri, atau keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Solusi Paulus untuk orang-orang yang kepo di gereja Timotius adalah solusi yang sama untuk orang-orang yang kepo di zaman sekarang: temukan sesuatu yang menguntungkan untuk dilakukan (1 Timotius 5:14).
Menjadi kepo mungkin terlihat tidak berbahaya, tetapi menarik bahwa Alkitab mengasosiasikan kemalasan dengan kejahatan. Paulus mengatakan kepada para wanita di gereja Timotius untuk sibuk dengan keluarga mereka sendiri dan dengan demikian "jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita" (1 Timotius 5:14). Penulis Amsal berkata, "Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib" (Amsal 16:28), dan Paulus menyamakan fitnah dan gosip dengan kebodohan, kedengkian, dan bahkan pembunuhan (Roma 1:29-32), dosa-dosa yang membawa kepada kematian rohani.
Orang dapat mengajukan pertanyaan pribadi dalam upaya untuk menawarkan nasihat atau bantuan yang tulus-ini bukanlah tindakan kepo. Orang yang kepo mencoba mengorek informasi pribadi yang dapat mereka bagikan kepada orang lain demi hiburan. Sangatlah penting untuk tidak menjadi kepo atau berteman dengan orang yang suka bergosip, karena "pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Korintus 15:33) dan mudah sekali untuk disakiti oleh orang yang hanya ingin mencari-cari kesalahan orang lain. Informasi harus diberikan dan diterima atas dasar kebutuhan untuk mengetahui.
English
Apa yang Alkitab katakan tentang bersikap kepo/ usil?