Pertanyaan
Bagaimana rasul Yohanes meninggal?
Jawaban
Kita tahu bahwa rasul Yohanes diasingkan karena imannya pada masa tuanya (Wahyu 1:9). Alkitab tidak memberikan rincian mengenai bagaimana rasul Yohanes meninggal, tetapi tradisi memberikan beberapa teori.
Teori yang paling masuk akal mengenai kematian Yohanes menyatakan bahwa ia ditangkap di Efesus dan menghadapi kemartiran ketika musuh-musuhnya melemparkannya ke dalam sebuah bak besar berisi minyak mendidih. Namun, menurut tradisi, Yohanes secara ajaib diselamatkan dari kematian. Pihak berwenang kemudian menghukum Yohanes dengan kerja paksa di tambang-tambang di Patmos. Di pulau ini, yang terletak di bagian selatan Laut Aegea, Yohanes menerima penglihatan tentang Yesus Kristus dan menulis kitab nubuat Wahyu. Rasul Yohanes kemudian dibebaskan, kemungkinan karena usia tuanya, dan ia kembali ke wilayah yang kini dikenal sebagai Turki. Ia meninggal dalam usia lanjut beberapa waktu setelah tahun 98 M, menjadi satu-satunya rasul yang meninggal dengan damai.
Teori lain mengenai kematian Yohanes dikaitkan dengan seorang uskup abad kedua bernama Papias dari Hierapolis. Menurut salah satu tafsir atas tulisan-tulisan Papias, Yohanes dibunuh oleh sekelompok pria Yahudi. Namun, banyak sejarawan meyakini bahwa penafsir tersebut salah mengutip atau salah menafsirkan tulisan Papias, dan meragukan kredibilitas teori ini.
Ada pula legenda yang mengatakan bahwa Yohanes tidak meninggal, melainkan langsung diangkat ke surga seperti Henokh dan Elia. Tidak ada bukti Alkitabiah yang mendukung kebenaran cerita ini.
Pada akhirnya, mengetahui bagaimana rasul Yohanes meninggal bukanlah hal yang esensial. Yang penting adalah kenyataan bahwa ia tidak malu mengakui Kristus (lihat Lukas 9:26) dan rela mati demi imannya. Seseorang tidak akan rela mati demi sesuatu yang ia tahu sebagai kebohongan. Yohanes mengetahui kebenaran bahwa Yesus telah bangkit, dan ia lebih memilih mati daripada menyangkal imannya kepada Juruselamatnya.
English
Bagaimana rasul Yohanes meninggal?