settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu Didascalia Apostolorum?

Cetak
Jawaban


Didascalia Apostolorum, atau “Ajaran Para Rasul,” adalah teks Kristen awal yang penting yang memberikan wawasan berharga mengenai kehidupan, struktur, dan ajaran gereja mula-mula. Secara tradisional, teks ini diperkirakan berasal dari akhir abad kedua atau awal abad ketiga. Didascalia Apostolorum mengklaim ditulis oleh kedua belas rasul, sehingga dikategorikan sebagai teks pseudepigrafa. Keaslian penulisannya masih belum pasti. Karya ini sebagian besar ditulis dalam bahasa Yunani, dengan beberapa bagian yang masih tersimpan dalam bahasa Latin dan Suriah.

Munculnya Didascalia Apostolorum terjadi pada masa yang krusial dalam sejarah Kristen awal. Gereja saat itu sedang menghadapi berbagai masalah, termasuk munculnya ajaran-ajaran sesat, meningkatnya penganiayaan, dan kebutuhan akan komunitas yang terstruktur. Didascalia merupakan respons terhadap tantangan-tantangan tersebut, memberikan panduan bagi otoritas gereja, kehidupan komunitas, dan perilaku moral.

Komunitas Kristen awal dihadapkan pada tugas berat untuk mempertahankan kesatuan dalam iman dan praktik. Konteks ini sangat penting untuk memahami penekanan Didascalia terhadap peran uskup dan diaken serta nasihat-nasihat moralnya. Ajaran-ajaran Didascalia Apostolorum bertujuan untuk membangun komunitas yang kohesif yang berlandaskan nilai-nilai dan praktik bersama.

Petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Didascalia Apostolorum dibagi menjadi beberapa bagian yang membahas berbagai aspek kehidupan gereja. Otoritas gerejawi merupakan tema yang signifikan. Teks ini menggarisbawahi pentingnya para uskup, penatua, dan diaken, serta menetapkan struktur hierarki di dalam gereja. Didascalia mengajarkan jemaat untuk menghormati uskup: “Inilah pemimpin dan gembala kalian, dan dia adalah raja kalian yang perkasa. Dia memerintah atas nama Yang Mahakuasa: namun, hormatilah dia seperti Allah, sebab kedudukan uskup mewakili Allah Yang Mahakuasa bagi kalian” (terjemahan oleh Connolly, R., Clarendon Press, 1929, IX.ii.26).

Mengenai ajaran moral dan etika, Didascalia Apostolorum menekankan kebajikan seperti kasih, kerendahan hati, dan pengampunan. Teks ini mendorong orang-orang beriman untuk menjalani kehidupan yang patut dicontoh, menjauhi ketamakan, nafsu, dan keserakahan. Kitab ini menekankan Aturan Emas dan beberapa dari Ucapan Bahagia Yesus. Kitab ini menginstruksikan para wanita di tempat umum untuk “berjalan dengan pandangan tertunduk, sambil mengenakan kerudung” (op. cit., III.i.8) dan melarang mereka menggunakan pemandian umum di mana terdapat pria.

Didascalia Apostolorum juga memberikan pedoman praktis untuk ibadah. Umat Kristen di gereja harus berdoa sesuai aturan tertentu: “Bagi para presbiter, sediakanlah tempat di bagian timur rumah; dan letakkan takhta uskup di tengah-tengah mereka, serta biarkan para presbiter duduk bersamanya. . . . Seharusnya demikian, bahwa di bagian timur rumah para presbiter duduk bersama para uskup, kemudian para pria, dan selanjutnya para wanita; sehingga ketika kalian berdiri untuk berdoa, para pemimpin berdiri terlebih dahulu, kemudian para pria, dan selanjutnya para wanita juga. Sebab diwajibkan agar kalian berdoa menghadap ke timur” (op. cit., XII.ii.57). Para orang beriman diperintahkan untuk berpuasa pada hari-hari tertentu dan berpartisipasi dalam ibadah bersama. Didascalia Apostolorum menekankan pentingnya Ekaristi, “roti murni yang dipanggang dengan api dan dikuduskan dengan doa-doa,” dengan menyatakan bahwa Ekaristi harus dipersembahkan “baik di jemaat-jemaat kalian maupun di pemakaman-pemakaman kalian, serta pada saat pemakaman mereka yang telah berpulang” (op. cit., XXVI.vi.22). Melakukan komuni atas nama orang-orang beriman yang telah meninggal merupakan cikal bakal praktik Katolik modern berupa Misa untuk orang mati.

Selain itu, Didascalia Apostolorum memuat petunjuk mengenai bagaimana orang Kristen seharusnya berinteraksi dengan orang-orang yang tidak seiman maupun dengan sesama orang percaya. Teks ini menekankan pentingnya kasih dan saling mendukung di dalam komunitas, menggemakan perintah yang terdapat dalam Yohanes 13:34–35: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Salah satu fungsi penting Didascalia Apostolorum adalah menangani munculnya ajaran sesat dan perpecahan yang mengancam kesatuan dan kemurnian gereja. Teks tersebut berisi peringatan terhadap berbagai ajaran yang menyimpang dari doktrin yang ditetapkan dalam Didascalia: “Adapun ajaran sesat, janganlah bersedia bahkan untuk mendengar namanya, dan janganlah menodai telingamu [dengan ajaran-ajaran itu]” (op. cit., XXIII.vi.5).

Pengaruh Didascalia Apostolorum melampaui konteks sejarah awalnya. Ajarannya meletakkan dasar bagi hukum kanon di kemudian hari, turut membentuk struktur organisasi gereja, serta menjadi landasan bagi sejumlah praktik Gereja Katolik Roma.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu Didascalia Apostolorum?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries