Pertanyaan
Apa arti dari masa Prapaskah?
Jawaban
Masa Prapaskah adalah periode puasa, pengendalian diri, dan pengorbanan diri yang secara tradisional dirayakan oleh umat Katolik dan beberapa denominasi Protestan. Masa Prapaskah dimulai pada Rabu Abu dan berakhir pada Minggu Paskah. Lama masa Prapaskah ditetapkan pada abad ke-4 sebagai 46 hari (40 hari, tidak termasuk hari Minggu). Selama masa Prapaskah, peserta makan dengan terbatas atau berhenti mengonsumsi makanan tertentu atau kebiasaan tertentu. Tidak jarang orang berhenti merokok selama masa Prapaskah, atau berjanji untuk tidak menonton televisi, makan permen, atau berbohong. Ini adalah enam minggu disiplin diri.
Masa Prapaskah awalnya merupakan cara bagi umat Katolik untuk mengingat nilai tobat. Kesederhanaan masa Prapaskah dianggap serupa dengan cara orang-orang di Perjanjian Lama berpuasa dan bertobat dengan mengenakan kain kabung dan abu (Esther 4:1-3; Yeremia 6:26; Daniel 9:3).
Namun, sepanjang abad, praktik-praktik Prapaskah telah berkembang menjadi nilai yang jauh lebih "sakramental". Banyak umat Katolik percaya bahwa mengorbankan sesuatu selama Prapaskah adalah cara untuk memperoleh berkat Tuhan. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa anugerah tidak dapat diperoleh; anugerah, secara definisi, adalah hadiah. Selain itu, Yesus mengajarkan bahwa puasa harus dilakukan dengan diam-diam: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi” (Matius 6:16–18a). Perintah Yesus untuk “cucilah mukamu” tampaknya bertentangan dengan praktik menggosok abu di wajah pada Hari Rabu Abu.
Berpuasa dapat menjadi hal yang baik, dan Tuhan senang ketika kita bertobat dari kebiasaan berdosa. Tidak ada yang salah dengan menyisihkan waktu untuk fokus pada kematian dan kebangkitan Yesus. Namun, bertobat dari dosa adalah sesuatu yang seharusnya kita lakukan setiap hari sepanjang tahun, bukan hanya selama 46 hari masa Prapaskah.
Jika seorang Kristen ingin merayakan masa Prapaskah, ia bebas melakukannya. Kunci utamanya adalah fokus pada bertobat dari dosa dan mengkhususkan diri kepada Tuhan. Masa Prapaskah tidak boleh menjadi waktu untuk memamerkan pengorbanan diri atau berusaha mendapatkan kasih karunia Tuhan atau meningkatkan kasih-Nya. Kasih Tuhan kepada kita tidak bisa lebih besar dari yang sudah ada.
English
Apa arti dari masa Prapaskah?