settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah Torah itu?

Jawaban


Alkitab membuat klaim tentang penciptaan alam semesta, khodrat Allah yang menciptakan alam semesta dan yang berdaulat di atasnya, dan takdir umat manusia. Jika klaim ini benar, maka Alkitab adalah buku terpenting dalam sejarah manusia. Jika Alkitab benar, maka di dalamnya terdapat jawaban bagi pertanyaan kita tentang kehidupan: "Dari manakah saya sebetulnya?" "Mengapa saya disini?" dan "Apa yang terjadi setelah saya mati?" Pentingnya pesan Alkitab menyaratkan pertimbangan dan perhatian yang seksama, dan kebenaran pesan itu dapat diamati, diuji, dan tahan diperiksa.

Torah adalah istilah Ibrani yang berarti “mengajar.” Torah merujuk kepada kelima kitab Musa di dalam Alkitab Ibrani / Perjanjian Lama (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan). Torah dituliskan pada tahun 1400 S.M. Menurut tradisi, Torah dituliskan tangan di atas gulungan oleh seorang “sofer” (juru tulis Taurat). Jenis dokumen ini disebut sebagai “Sefer Torah.” Torah modern dalam bentuk buku dijuluki “Chumash” (yang berhubungan dengan istilah Ibrani angka 5).

Berikut ini ringkasan singkat akan kelima kitab Torah:

Kejadian: Kitab Torah pertama ini terdiri dari 50 pasal dan meliputi kurun waktu mulai dari penciptaan segala sesuatu hingga kematian dan penguburan Yusuf. Di dalamnya direkam kisah penciptaan (pasal 1-2), asal mula dosa manusia (pasal 3), Nuh dan bahteranya (pasal 6-9), menara Babel (pasal 10-11), kisah kehidupan Abraham, Ishak, dan Yakub, serta narasi panjang kehidupan Yusuf.

Keluaran: Kitab kedua dalam Torah ini terdiri dari 40 pasal dan meliputi kurun waktu perbudakan orang Yahudi di Mesir sampai pada waktu kemuliaan Tuhan turun ke atas kemah suci di padang gurun. Di dalamnya diceritakan kelahiran Musa, tulah-tulah Mesir, keluarnya orang Yahudi dari Mesir, penyeberangan Laut Merah, dan pemberian Hukum kepada Musa di atas Gunung Sinai.

Imamat: Kitab ketiga dalam Torah ini terdiri dari 27 pasal dan sebagian besarnya membahas hukum yang berkaitan dengan persembahan kurban, persembahan lainnya, serta hari raya umat Israel.

Bilangan: Kitab ke-empat dalam Torah ini terdiri dari 36 pasal dan mencakup kurun waktu 40 tahun dimana orang Israel mengembara di padang gurun. Bilangan mencatat sensus orang Israel dan mengandung beberapa detil tentang perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian.

Ulangan: Kitab kelima dalam Torah ini terdiri dari 34 pasal dan disebut “Ulangan” karena membahas pemberian Hukum untuk kedua kalinya. Di dalam kitab ini, Musa mengulangi Hukum bagi generasi baru yang akan segera memasuki Tanah Perjanjian. Ulangan mengisahkan transisi kepemimpinan rohani (dari Harun kepada putranya) dan transisi kepemimpinan kebangsaan (dari Musa ke Yosua).

Kelima kitab Torah menjadi dasar dari ajaran Yudaisme sejak zaman Musa. Penulis Alkitab yang menyusul, seperti Samuel, Daud, Yesaya, dan Daniel, sering merujuk kepada ajaran Hukum. Ajaran Torah seringkali dirangkum melalui bacaan Ulangan 6:4-5, yang dijuluki Shema (atau “dengar”): “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Yesus menjuluki ini sebagai “hukum yang terutama dan yang pertama” (Matius 22:36-38).

Torah ini diakui sebagai Firman Allah yang terilhami baik oleh umat Yahudi dan umat Kristen. Bedanya, umat Kristen mengakui Yesus Kristus sebagai penggenapan nubuat Mesianik dan percaya bahwa Hukum telah digenapkan oleh Kristus. Yesus mengajar, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Matius 5:17).

English


Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah Torah itu?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries