Pertanyaan
Siapakah Zerah dalam Alkitab?
Jawaban
Zerah adalah nama yang umum di Timur Tengah kuno, dan beberapa orang bernama Zerah disebutkan dalam Kitab Suci (misalnya, Kejadian 36:33; 1 Tawarikh 4:24; 6:21; Yosua 22:20). Hanya tiga orang bernama Zerah yang memiliki detail pribadi yang terkait dengan penyebutan nama mereka.
Zerah yang pertama tercantum dalam Kejadian 36:13–17 sebagai cucu Esau. Salah satu istri Esau bernama Basmat, yang merupakan putri paman Esau, Ismael, sehingga ia adalah sepupu Esau (Kejadian 36:3). Basmat dan Esau memiliki seorang putra bernama Rehuel; Rehuel adalah ayah Zerah.
Zerah yang kedua dalam Alkitab muncul dalam satu ayat di 2 Tawarikh 14:9: “Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa.” Sejarawan menduga bahwa Zerah orang Kush (juga disebut orang Etiopia dalam beberapa terjemahan) ini mungkin adalah Usarken II, raja ketiga Mesir setelah Sisak. Ia mungkin lahir di Etiopia dan menikah dengan keluarga kerajaan Mesir, sehingga mewarisi takhta; atau ia mungkin menyerang Yehuda setelah melewati Mesir dengan restu Firaun. Kemungkinan lain adalah bahwa Zerah orang Etiopia ini adalah pemimpin nomaden orang Arab, yang terkait dengan orang Midian (lihat Habakuk 3:7).
Zerah yang paling terkenal dalam Alkitab adalah anak Yehuda dari menantunya, Tamar (1 Tawarikh 2:4). Kisah Yehuda dan Tamar terdapat dalam Kejadian 38. Anak Yehuda, suami Tamar, begitu jahat sehingga Tuhan membunuhnya. Anak kedua Yehuda seharusnya memiliki anak dengan Tamar atas nama kakaknya, tetapi ia juga tidak benar, dan Tuhan membunuhnya. Yehuda meminta Tamar untuk menunggu sebagai janda hingga anak laki-lakinya yang berikutnya cukup dewasa untuk memberikan keturunan, tetapi Yehuda tidak pernah berniat menepati janji itu. Jadi, setelah istri Yehuda meninggal, Tamar menyamar sebagai pelacur di sepanjang jalan yang dilalui Yehuda. Yehuda menyewa dia, tanpa tahu siapa dia. Dari persatuan itu lahir anak kembar, Perez dan Zerah (Kejadian 38:27–30).
Nama Zerah dapat berarti "merah tua" atau "cahaya terang." Ia diberi nama demikian karena, saat kedua bayi kembar itu hendak lahir, tangan Zerah muncul lebih dulu. Bidan mengikatkan benang merah pada pergelangan tangannya untuk menandai urutan kelahiran. Namun, ia kemudian menarik kembali tangannya, sehingga saudaranya, Peres, lahir lebih dulu. Zerah keluar dari rahim dengan benang merah masih melilit pergelangan tangannya, dan dari situlah ia mendapatkan namanya.
Zerah ini tumbuh dewasa dan menjadi bapa leluhur kaum Zerah dari bangsa Israel yang disebutkan dalam Yosua 7:16–18. Cicit Zerah, yaitu Akhan, tidak taat kepada Tuhan dan mengambil sebagian barang jarahan dari Yerikho, suatu tindakan yang secara langsung melanggar perintah Tuhan (Yosua 7:20–21).
Bertahun-tahun kemudian, kaumn Zerah termasuk di antara orang Israel yang kembali ke Yerusalem setelah 70 tahun di pembuangan Babel. Suku Yehuda yang kembali, termasuk keturunan Zerah, berjumlah 690 orang (1 Tawarikh 9:3–6).
Saudara kembar Zerah, yaitu Peres, adalah leluhur Yesus Kristus (Matius 1:3–17). Zerah mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak mengabaikan siapa pun karena asal-usul atau keadaan kelahiran mereka. Setiap orang memiliki tempat yang unik dalam tatanan dan rencana Tuhan, dan setiap individu bertanggung jawab kepada Tuhan atas apa yang ia lakukan dengan apa yang telah dipercayakan kepadanya.
English
Siapakah Zerah dalam Alkitab?