Pertanyaan
Siapakah Yosua sang imam besar?
Jawaban
Yosua adalah imam besar ketika orang-orang Yahudi kembali dari pembuangan di Babel ke Yerusalem (Ezra 3:8). Yosua ini berbeda dengan Yosua yang menjabat sebagai wakil Musa dan yang memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian setelah kematian Musa.
Imam Besar Yosua adalah putra Yozadak (Hagai 1:1). Namanya juga muncul sebagai Yesua, dan dalam Nehemia 7:7 ia terdaftar sebagai salah satu dari kelompok yang kembali dari Babel. Nabi Hagai juga menyebut Imam Besar Yosua: “Pada tahun yang kedua zaman raja Darius [537 SM], dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar” (Hagai 1:1).
Ketika orang-orang Yahudi kembali dari pembuangan di Babel, mereka mulai membangun rumah-rumah mereka sendiri, tetapi mereka tidak berpikir untuk membangun kembali Bait Suci. Melalui pesan dari nabi Hagai, Tuhan memanggil Yosua, imam besar, dan Zerubabel, gubernur, untuk memimpin pembangunan kembali Bait Suci (Hagai 1:1–8). Pesan Hagai menyadarkan orang-orang itu, dan mereka mulai membangun (Hagai 1:12). Yosua sang imam besar adalah pemimpin rohani yang melayani bersama orang Israel dan menguatkan mereka saat mereka bekerja untuk membangun kembali rumah Tuhan (Hagai 1:13–15).
Tuhan juga menggunakan Yosua sang imam besar sebagai simbol Mesias yang akan datang (Zakharia 3:8). Zakharia melihat penglihatan tentang malaikat Tuhan yang memberikan pakaian bersih kepada Yosua, imam besar, menggantikan pakaian kotornya. Tindakan ini melambangkan penghapusan dosa Israel (Zakharia 3:3–4). Malaikat itu kemudian memberitahu Yosua tentang Tunas yang suatu hari akan datang untuk menghapus dosa-dosa umat (Zakharia 3:8–9). Penglihatan lain yang dicatat oleh Zakharia tidak menyebut nama Yosua sang imam besar secara langsung, tetapi merujuk pada jabatannya. Zakharia melihat sebuah lampu emas dan dua pohon zaitun, dengan lampu tersebut diberi minyak dari pohon-pohon tersebut (Zakharia 4:1–3). Malaikat menjelaskan bahwa kedua pohon zaitun itu melambangkan “kedua orang yang diurapi yang berdiri di dekat Tuhan seluruh bumi!” (Zakharia 4:14). Kedua orang yang diurapi itu adalah Zerubabel sang gubernur dan Yosua sang imam besar, melalui mereka Tuhan melaksanakan pekerjaan-Nya.
Tuhan juga memerintahkan nabi Zakharia untuk membuat mahkota dari perak dan emas dan meletakkannya di kepala Yosua (Zakharia 6:11). Zakharia harus berkata, “Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN. Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua” (Zakharia 6:12–13). Penobatan itu berfungsi sebagai dorongan bagi Yosua dalam pekerjaannya membangun kembali Bait Suci dan juga sebagai nubuat tentang Mesias yang akan datang—raja imam yang akan “mendapat keagungan.” Bahkan nama Yosua menandakan kedatangan Mesias. Nama Yosua adalah padanan Ibrani dari nama Yesus dalam bahasa Yunani.
Yosua sang imam besar menandakan kedatangan Mesias yang akan menjadi baik imam besar (Ibrani 6:20) maupun raja (Matius 27:11). Yesus adalah Tunas yang diramalkan yang membawa pengampunan dosa bagi semua orang yang percaya, dan Yosua sang imam besar berfungsi sebagai simbol dari Tunas yang dijanjikan ini ratusan tahun sebelum terpenuhinya nubuat tersebut.
English
Siapakah Yosua sang imam besar?