settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Raja Yosia dalam Alkitab?

Cetak
Jawaban


Yosia adalah raja Yehuda sekitar tahun 640 hingga 609 SM. Masa pemerintahannya di Yerusalem diceritakan dalam 2 Raja-raja 22–23 dan 2 Tawarikh 34–35. Yosia adalah putra Raja Amon dan cucu Raja Manasye—keduanya adalah raja-raja Yehuda yang jahat. Namun, Yosia adalah raja yang saleh dan dikenal sebagai salah satu raja termuda di dunia; ia memulai pemerintahannya pada usia 8 tahun setelah ayahnya dibunuh. Salah satu hal yang menonjol dari pemerintahan Yosia adalah penemuannya kembali atas Hukum Tuhan.

2 Raja-raja 22:2 memperkenalkan Yosia dengan mengatakan, “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.” Pada tahun kedelapan belas pemerintahannya, ia mengumpulkan dana untuk memperbaiki Bait suci, dan di tengah proses perbaikan tersebut, Imam Besar Hilkia menemukan Kitab Taurat. Ketika Safan sang juru tulis membacakannya kepada Yosia, raja mengoyakkan pakaiannya, sebuah tanda perkabungan dan pertobatan (2 Raja-raja 22:10-11).

Raja Yosia memanggil waktu pertobatan nasional. Hukum dibacakan kepada rakyat negeri itu, dan perjanjian dibuat antara rakyat dan TUHAN: “Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu” (2 Raja-raja 23:3).

Banyak reformasi pun dilakukan. Bait Suci dibersihkan dari semua benda penyembahan berhala, dan tempat-tempat penyembahan berhala di seluruh negeri dihancurkan. Yosia memulihkan perayaan Paskah (2 Raja-raja 23:2–23) dan mengusir para peramal dan penyihir dari negeri itu. 2 Raja-raja 23:25 mencatat, “Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.” Murka Tuhan kemudian akan menimpa Yehuda karena kejahatan yang dilakukan Raja Manasye (2 Raja-raja 23:25), tetapi hukuman itu ditunda karena kehidupan yang saleh dan kepemimpinan Yosia (2 Raja-raja 22:20).

Yosia gugur dalam pertempuran melawan Firaun Nekho dari Mesir di Megido. Raja Yosia dimakamkan di Yerusalem di makamnya sendiri, dan putranya, Yoahas, menggantikannya sebagai raja.

Ada banyak hal positif yang dapat dipelajari dari kehidupan Yosia. Pertama, Yosia menunjukkan pengaruh yang dapat dimiliki seseorang sejak usia sangat muda. Bahkan anak-anak pun memiliki potensi luar biasa untuk hidup bagi Tuhan dan memberikan dampak yang besar. Kedua, Yosia menjalani hidup yang sepenuhnya berkomitmen dan taat kepada Tuhan, dan ia diberkati karenanya. Ketiga, Yosia menanggapi Firman Tuhan dengan sikap yang tepat. Saat ia menjadi raja, Kitab Suci telah lama diabaikan, dan hati Yosia sangat terpukul melihat kegagalan bangsanya dalam menghormati Firman Tuhan. Yosia memerintahkan agar Kitab Suci dibacakan kepada rakyat dan berkomitmen untuk hidup sesuai dengan isinya. "'oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN pada waktu engkau mendengar hukuman yang Kufirmankan . . . Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN" (2 Raja-raja 22:19).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Raja Yosia dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries