settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Yonatan dalam Alkitab?

Cetak
Jawaban


Ada sepuluh orang bernama Yonatan yang disebutkan dalam Alkitab, tetapi kita hanya akan membahas dua di antaranya. Yang pertama adalah putra Gersom, yang menjadikan Yonatan ini sebagai cucu Musa. Ia berasal dari suku Lewi dan terkenal (atau lebih tepatnya dikenal karena hal yang buruk) sebagai imam yang disewa untuk memimpin penyembahan berhala di suku Dan selama masa kekacauan pada zaman hakim-hakim (Hakim-hakim 18:3–4, 30).

Yonatan terkemuka lainnya dalam Alkitab adalah putra Raja Saul. Yonatan ini adalah seorang pria mulia yang memiliki karakter, iman, dan integritas sejati. Meskipun Saul membenci Daud, Yonatan dan Daud adalah teman dekat (1 Samuel 18:1–3), dan Yonatan melindungi Daud serta membantunya melarikan diri dari Saul (1 Samuel 19:1–2). Karena Daud menikah dengan Mikhal, saudara perempuan Yonatan, Yonatan juga merupakan ipar Daud.

Dalam 1 Samuel 14, kita melihat karakter baik Yonatan yang kontras dengan kebodohan ayahnya. Saul dan pasukannya sedang berperang melawan orang Filistin, dan Yonatan memutuskan untuk menyerang sebuah pos terdepan orang Filistin (1 Samuel 14:1). Ia hanya bersama dengan pembawa senjatanya yang masih muda, dan tidak memberitahu siapa pun tentang rencana mereka (ayat 3). Keberanian Yonatan saat mereka mendekati markas musuh berakar pada iman, sebagaimana ia berkata kepada pembawa senjatanya, “Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang” (ayat 6). Tuhan memang menyertai Yonatan, dan ia beserta pembawa senjatanya membunuh sekitar dua puluh orang Filistin (ayat 14). Kemudian Tuhan menimbulkan kepanikan di perkemahan musuh, disertai gempa bumi, dan musuh pun kocar-kacir (ayat 15, 20, 23). Sementara itu, Raja Saul telah mengikat pasukannya dengan sumpah: tidak seorang pun boleh makan apa pun sepanjang hari (ayat 24). Yonatan, yang tidak hadir saat Saul mengajukan tuntutan bodohnya, menemukan madu setelah pertempuran dan memakannya (ayat 27). Ketika Saul mengetahui bahwa anaknya telah memakan madu itu, ia menuntut agar Yonatan dibunuh (ayat 44). Hanya melalui campur tangan pasukan lainnya-lah Yonatan yang setia dan berani itu selamat pada hari itu (ayat 45).

Yonatan tidak mirip dengan ayahnya. Yonatan dikenal karena kasihnya yang dalam, persahabatan yang setia, dan imannya kepada Allah, sementara Saul berulang kali menunjukkan kebodohan, kesombongan, dan ketidaktaatan kepada Allah (1 Samuel 13:8–13; 14:24–30; 15:1–34). Allah akhirnya menolak kekuasaan Saul dan menggantikannya dengan Daud (1 Samuel 16:11–13). Yonatan setia kepada Allah dan secara politik menentang ayahnya, karena ia tahu bahwa Allah telah memilih Daud sebagai raja berikutnya. Ia membuat perjanjian dengan keluarga Daud dan oleh karena itu mengakui keluarga Daud, bukan keluarganya sendiri, sebagai garis keturunan raja yang terpilih (1 Samuel 20:16). Yonatan dan Saul jelas tidak akur, karena Yonatan sebenarnya berharap Allah membalas dendam pada musuh-musuh Daud (1 Samuel 20:16), dan Saul, ketika mencurigai pengkhianatan Yonatan demi Daud, melemparkan tombak ke arah anaknya dalam upaya membunuhnya (1 Samuel 20:33). Saul juga menghina Yonatan dan ibunya, dengan menyebut Yonatan sebagai “anak sundal yang kurang ajar!” (1 Samuel 20:30).

Dalam pertempuran selanjutnya melawan orang Filistin, Yonatan tewas bersama dua saudara laki-lakinya, Abinadab dan Malkisua (1 Samuel 31:2). Saul sendiri juga terluka parah dan memerintahkan pembawa senjatanya untuk membunuhnya. Ketika pembawa senjata itu enggan mengambil nyawa raja, Saul menebas dirinya sendiri dengan pedangnya, dan pembawa senjata yang berduka itu mengikuti teladannya. Bahkan dalam kematian, kebenaran Yonatan melebihi kebenaran ayahnya. Dengan demikian, garis keturunan Saul berakhir, dan garis keturunan Daud berlanjut sebagaimana yang dinubuatkan. Anak Yonatan yang berusia lima tahun, Mefiboset, menjadi lumpuh pada hari ketika keluarganya menerima kabar kematian Yonatan (2 Samuel 4:4). Kemudian, Raja Daud menghormati Mefiboset dan memperlakukannya sebagai anaknya sendiri demi sahabatnya Yonatan (2 Samuel 9).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Yonatan dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries