Pertanyaan
Siapakah Yoel dalam Alkitab?
Jawaban
Yoel adalah seorang nabi dalam Perjanjian Lama. Namanya berarti “Tuhan adalah Allah” dan masih umum digunakan hingga saat ini. Yoel dianggap sebagai nabi kecil bersama dengan Hosea, Obaja, Habakuk, Yunus, Mikha, Maleakhi, dan beberapa nabi lainnya. Para nabi ini dianggap kecil bukan karena mereka kurang penting, tetapi karena kitab-kitab mereka lebih pendek. Dalam Alkitab Ibrani, mereka dikelompokkan bersama dalam sebuah kitab yang disebut Dua Belas Nabi.
Nabi Yoel bukanlah satu-satunya tokoh Alkitab yang memiliki nama ini. Yoel lainnya termasuk salah satu anak Samuel (1 Samuel 8:2), keturunan Ruben (1 Tawarikh 5:4,8), seorang Lewi dari keluarga Gersom (1 Tawarikh 15:7, 11), dan seorang prajurit perkasa di bawah pemerintahan Daud (1 Tawarikh 11:38). Namun, pembaca Alkitab biasanya mengaitkan nama tersebut dengan sang nabi.
Yoel menulis Kitab Yoel kemungkinan antara tahun 835 dan 800 SM. Sedikit yang diketahui tentang nabi itu sendiri, kecuali bahwa ia adalah putra Petuel (Yoel 1:1). Ia mungkin hidup pada masa pemerintahan Raja Uzia, bersamaan dengan Amos dan Yesaya.
Kitab Yoel hanya terdiri dari tiga pasal. Gaya penulisannya bersifat puitis, lengkap dengan metafora dan berbagai unsur sastra puitis lainnya. Kendati demikian, kitab ini dimaksudkan sebagai sebuah dokumen nubuat. Petrus mengutip salah satu bagiannya yang terkenal pada hari Pentakosta: “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan” (Yoel 2:28; bdk. Kisah Para Rasul 2:16–18).
Kata-kata penting lainnya dari kitab Yoel meliputi:
Yoel 1:4: “Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap.”
Yoel 2:25: “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.”
Yoel menulis kitabnya pada masa tragis dalam sejarah Yehuda. Belalang telah menyerang tanah itu, meninggalkan kehancuran di belakangnya. Hal ini terlihat dalam Yoel 1:2: “Dengarlah ini, hai para tua-tua, pasanglah telinga, hai seluruh penduduk negeri! Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu?”
Kitab Yoel dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mencakup pasal 1 dan 2a. Dengan menggunakan serangan belalang sebagai metafora, Yoel menulis tentang serangan manusia yang akan datang dan menekankan kebutuhan akan pertobatan. Pada bagian kedua kitab Yoel, fokus beralih ke janji pemulihan dan pencurahan Roh Kudus.
Kitab Yoel mengeksplorasi tema-tema seperti murka dan penghakiman Tuhan—yang disebut Hari Tuhan—pertobatan, dan pemulihan. Tema-tema ini memperkaya pemahaman kita tentang sifat Tuhan dan menunjuk pada karya keselamatan Kristus. Melalui Kristus, Tuhan bermaksud memulihkan segala sesuatu (Kisah Para Rasul 3:21; Wahyu 21:5). Nubuat Yoel juga berfungsi sebagai pengingat akan Hari Tuhan ketika Tuhan akan menghakimi seluruh umat manusia (2 Petrus 3:10).
English
Siapakah Yoel dalam Alkitab?