Pertanyaan
Siapakah Terah dalam Alkitab?
Jawaban
Dalam Alkitab, Terah dikenal sebagai ayah Abram (yang kemudian dikenal sebagai Abraham), sosok yang menerima perjanjian Allah mengenai kelahiran Putra-Nya, Yesus, di masa depan. Nama Terah tercantum dalam silsilah Yesus di Lukas 3:34.
Terah adalah putra Nahor, yang berasal dari keturunan Sem, putra Nuh. Nahor melahirkan Terah pada usia 29 tahun (Kejadian 11:24), tetapi Terah sudah berusia 70 tahun sebelum ketiga putranya, Abram, Nahor, dan Haran, lahir (ayat 26). Haran adalah ayah Lot, keponakan dan teman perjalanan Abram, tetapi Haran meninggal selama masa hidup Terah (ayat 28). Setelah kematian Haran, Terah memindahkan keluarganya dari rumah mereka di Ur, tempat orang Kasdim dan berangkat menuju tanah Kanaan. Karena alasan yang tidak diketahui, Terah tidak pernah sampai ke tujuan mereka tetapi berhenti dan menetap di Haran. Di sinilah Terah meninggal pada usia 205 tahun.
Setelah Terah meninggal, Tuhan memanggil Abram untuk melanjutkan perjalanan ke Kanaan. Tuhan berjanji akan menjadikan Abram sebagai bangsa yang besar (Kejadian 12:1–2), meskipun istri Abram, Sarai, mandul (Kejadian 11:30). Abraham menaati perintah Tuhan dan menaruh kepercayaan pada Tuhan hingga akhir hayatnya. Bertahun-tahun kemudian, Yosua menyebut Terah dalam pidatonya kepada orang Israel: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain” (Yosua 24:2). Yosua lalu mendesak orang-orang untuk memutuskan hubungan sepenuhnya dengan warisan pagan mereka: “Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu [termasuk Terah] telah beribadah di seberang sungai Efrat . . . dan beribadahlah kepada TUHAN” (ayat 14).
Terah dan keluarganya adalah penyembah berhala; hal ini berarti Tuhan berfirman kepada Abraham bahkan sebelum ia mengenal Tuhan. Sungguh suatu berkat bahwa Tuhan dapat memanggil siapa saja, terlepas dari latar belakang keturunan maupun keyakinan mereka sebelumnya, untuk menjalani hidup bagi-Nya dan menjadi bagian dari rencana-Nya yang agung.
English
Siapakah Terah dalam Alkitab?