settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu Surat-surat Ignatius?

Cetak
Jawaban


Kata “epistle” hanyalah istilah lain untuk “surat”, yang berasal dari akar kata Yunani yang berarti “mengirim”. Surat-surat Ignatius, atau Epistle-epistle Ignatius, adalah kumpulan surat yang ditulis oleh Bapa Gereja awal, Ignatius dari Antiokhia.

Ignatius dari Antiokhia (juga dikenal sebagai Theophorus, yang dalam bahasa Yunani berarti “pembawa Allah”) lahir sekitar tahun 35 M dan wafat pada abad kedua. Beberapa sumber menyebutkan ia wafat pada tahun 107 M, sementara yang lain menyebutkan tahun 135 M. Ignatius adalah uskup kedua atau mungkin ketiga di Antiokhia, Suriah. Ia terutama dikenal karena tujuh surat yang ditulisnya dalam bahasa Yunani saat ia melakukan perjalanan sebagai tawanan ke Roma, tempat ia diperkirakan akan dieksekusi. Sangat sedikit yang diketahui tentang dirinya selain informasi yang terkandung dalam surat-surat tersebut. Namun, ia pasti sudah dikenal luas di kalangan umat Kristen pada masa itu, karena ia disambut dan dilayani oleh umat Kristen sepanjang perjalanannya.

Gereja-gereja yang menjadi penerima tujuh surat Ignatius tersebut berlokasi di Efesus, Magnesia, Tralles, Roma, Filadelfia, dan Smirna. Surat terakhir ditulis kepada Polikarpus, uskup Smirna yang kemudian mengumpulkan semua surat Ignatius dan menyebarkannya sebagai satu kumpulan.

Surat-surat Ignatius dipenuhi dengan peringatan terhadap ajaran sesat dan seruan untuk persatuan. Gaya penulisan surat-surat tersebut mirip dengan gaya Paulus, dan tentu saja banyak ajarannya sama karena Ignatius menerapkan ajaran rasuli/ ajaran Paulus ke dalam situasi di setiap jemaat. Surat-suratnya juga menunjukkan bahwa hierarki gereja sudah mulai berkembang melampaui apa yang terdapat dalam Perjanjian Baru, dengan posisi uskup yang semakin menonjol. Dalam surat kepada jemaat di Smirna (di mana Polikarpus menjabat sebagai uskup), ia menulis, “Ikutilah, kalian semua, uskup itu, sebagaimana Yesus Kristus mengikuti Bapa. Di mana pun uskup berada, di situlah umat harus berada, sama seperti di mana pun Yesus Kristus berada, di situlah gereja katolik [universal] berada. Tanpa uskup, tidak diperbolehkan membaptis atau mengadakan perjamuan kasih.” Ignatius adalah orang pertama yang menggunakan istilah “katolik” untuk merujuk pada gereja universal dan penulis pertama di luar Perjanjian Baru yang merujuk pada kelahiran dari seorang perawan (“Ignatius of Antioch: Earliest Post-New Testament Martyr,” www.christianitytoday.com/history/people/martyrs/ignatius-of-antioch.html, diakses pada 28 Juni 2002). Surat-suratnya juga membuktikan bahwa, sejak awal, gereja percaya pada keilahian Kristus dan kebangkitan-Nya. Ajaran-ajaran ini bukanlah hasil dari legenda yang secara bertahap dimasukkan ke dalam pengajaran Kristen, melainkan diajarkan sejak awal Kekristenan.

Selain tujuh surat yang disebutkan di atas, terdapat beberapa surat palsu yang dikaitkan dengan Ignatius. Tiga di antaranya hanya ada dalam bahasa Latin: Surat Ignatius kepada Santo Yohanes, Surat Ignatius kepada Perawan Maria, dan Surat dari Perawan Maria kepada Ignatius. Enam surat palsu lainnya ditemukan dalam beberapa versi bahasa Yunani. Di antaranya adalah surat kepada Maria dari Cassobola, kepada jemaat Tarsus, kepada jemaat Filipi, kepada jemaat Antiokhia, dan kepada Hero. Masing-masing dari ketujuh surat asli tersebut memiliki versi yang lebih pendek dan versi yang lebih panjang, tetapi hanya versi yang lebih pendek yang dianggap otentik.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu Surat-surat Ignatius?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries