settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu Summa Theologica?

Cetak
Jawaban


Ditulis pada tahun 1265—1273, Summa Theologica (atau Summa Theologiae, atau kadang-kadang disebut sebagai Summa) adalah nama ringkasan filosofis (summa) dari teologi (theologica) Gereja Katolik Roma sebagaimana disajikan dan disusun oleh Thomas Aquinas, 1225–1274.

Aquinas menggunakan filsafat Aristoteles sebagai kerangka kerja untuk Summa Theologica, meyakini bahwa Aristoteles adalah sahabat Kristen, padahal banyak pemikir sebelumnya menganggapnya sebagai musuh. Namun, Aquinas menolak konsep Aristoteles tentang Tuhan yang terpisah dan jauh, dan lebih memilih Tuhan dalam Alkitab yang sangat peduli dan dapat dipahami. Summa Theologica dinyatakan sebagai ajaran resmi Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII (1879).

*Summa Theologica* dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama membahas hakikat Tuhan, penciptaan, malaikat, manusia, dan pemerintahan ilahi (kedaulatan). Bagian kedua membahas etika, kebiasaan, hukum, iman, kebijaksanaan, pengendalian diri, moralitas, nubuat, mukjizat, dan kehidupan kontemplatif. Bagian ketiga mengajarkan pembaca mengenai doktrin Kristus, termasuk inkarnasi-Nya, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Dalam bagian yang sama, Aquinas membahas perlunya sakramen dalam pengampunan dosa. Sebagian besar bagian ketiga ini didedikasikan untuk menjelaskan sakramen-sakramen tersebut.

*Summa Theologica* masih dicetak dan tersedia hingga saat ini. Tentu saja, karya ini merupakan sumber informasi yang signifikan mengenai teologi Katolik Roma, namun terdapat banyak hal di dalamnya yang dapat disetujui oleh kaum Protestan terkait bukti keberadaan Tuhan, etika, epistemologi, iman dan akal budi, serta antropologi. Saat ini banyak orang evangelikal, terutama para apologet, yang menganggap diri mereka sebagai penganut Thomisme, atau mereka yang mengikuti pemikiran Thomas Aquinas. (Norman Geisler, yang wafat pada tahun 2019, mungkin adalah apologet modern paling terkemuka yang sesuai dengan deskripsi ini.)

Katolik Roma memang keliru dalam beberapa aspek teologis, termasuk masalah pembenaran—bagaimana seseorang dibenarkan di hadapan Tuhan—, hal itu menjadi inti dari Reformasi. Sebagian besar perbedaan teologis dalam Summa Theologica terdapat pada bagian ketiga yang berkaitan dengan sakramentalisme.

Summa Theologica adalah sebuah karya teologis yang tebal, berisi lebih dari satu setengah juta kata yang mencakup 512 topik dan 2.668 artikel mengenai beragam subjek teologis. Terjemahan bahasa Inggrisnya memiliki lebih dari 2.500 halaman. Ketelitian dan sistematisasi karya ini sangat jelas terlihat. Kecemerlangan intelektual sang penulis tidak diragukan lagi. Signifikansi dan pengaruh Summa sangat luas. Andai saja seluruh teologi yang terkandung di dalamnya sesuai dengan Alkitab.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu Summa Theologica?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries