Pertanyaan
Siapakah Safan dalam Alkitab?
Jawaban
Safan mungkin bukanlah tokoh Alkitab yang terkenal, tetapi ia memainkan peran penting dalam reformasi Yehuda pada masa pemerintahan Raja Yosia. Yang patut dicatat, Safan adalah juru tulis yang membacakan Kitab Hukum Taurat kepada Raja Yosia (2 Raja-raja 22:10). Setelah mendengarkan hukum tersebut, raja merendahkan diri dan bertobat, sehingga Allah mengurungkan niat-Nya untuk menghukum.
Raja Yosia menggantikan Amon (2 Raja-raja 21:19–20), seorang raja jahat, yang pada gilirannya menggantikan Manasye (ayat 1–2), raja jahat lainnya. Selama periode itu, Kitab Hukum telah diabaikan. Hilkia, imam besar pada masa itu, menemukan Kitab Hukum tersebut saat merenovasi Bait Suci (2 Raja-raja 22:8). Hilkia menyerahkan kitab itu kepada Safan, yang membacanya sebelum membawanya kepada raja.
Safan bertugas sebagai sekretaris istana atau juru tulis di bawah Raja Yosia. Raja menugaskannya dengan tugas-tugas tertentu dalam pembersihan Bait Suci Allah, yang telah rusak parah (2 Raja-raja 22:3–7). Pekerjaan di Bait Suci tersebut mengarah pada penemuan dan pembacaan Kitab Hukum.
Ketika raja mendengar Safan membacakan Kitab Hukum, ia merasa takut karena hukum itu telah sangat lama diabaikan. Raja mengirim utusan kepada nabiah Hulda untuk menanyakan kehendak Tuhan. Safan termasuk dalam utusan tersebut (2 Raja-raja 22:12–14). Sebagai tanggapan, Allah menegaskan akan melaksanakan penghukuman-Nya, namun Ia menundanya karena belas kasih kepada Yosia, yang doanya telah didengar oleh Allah (ayat 16–20). Dengan demikian, Safan berkontribusi pada reformasi rohani Yehuda. Catatan paralel tentang peristiwa-peristiwa ini tercatat dalam 2 Tawarikh 34.
Putra-putra Safan, Ahikam, Elasa, dan Gemarya, juga turut menegakkan kebenaran pada masa mereka. Ahikam membela nabi Yeremia dan mencegah kematiannya di tengah masa penganiayaan (Yeremia 26:24). Elasa menyampaikan surat-surat Yeremia kepada orang-orang buangan di Babel bersama putra Hilkia (Yeremia 29:3). Gemarya (putra Safan) dan Mikhaya (cucu Safan) juga membantu Yeremia (Yeremia 36:11–20). Gemarya bahkan memohon kepada Raja Yoyakim yang jahat agar tidak membakar gulungan kitab Yeremia yang berisi peringatan dari Allah (ayat 25). Kesetiaan yang ditunjukkan oleh anak-anak Safan di tengah budaya yang kian merosot menjadi bukti nyata akan warisan yang ditinggalkan oleh ayah mereka.
Safan menjadi teladan kesetiaan di tengah dunia yang korup. Menentang kemerosotan di Yehuda, Safan berkontribusi pada reformasi yang menunda hukuman Allah selama bertahun-tahun. Ia mencintai Firman Allah dan membagikannya kepada raja, dan akibatnya ia mengubah sejarah. Seperti Safan, kita harus tetap setia bahkan di zaman yang penuh kompromi dan berperan dalam memajukan kebenaran. Semoga kita juga membagikan Firman kepada orang lain.
English
Siapakah Safan dalam Alkitab?