Pertanyaan
Siapakah Rizpa dalam Alkitab?
Jawaban
Rizpa adalah seorang selir Raja Saul yang memainkan peran kecil dalam dua peristiwa selama perjalanan Daud menuju kekuasaan. Meskipun Daud telah diurapi oleh Samuel untuk menggantikan Saul sebagai raja Israel ketika Daud masih sangat muda, Daud rela menunggu waktu yang ditetapkan Tuhan untuk benar-benar menjadi raja. Bahkan, ia mengeksekusi orang yang diduga sebagai pembunuh Saul (2 Samuel 1:1–16) dan tidak membunuh ahli waris laki-laki Saul yang tersisa, yang bertentangan dengan kebiasaan umum di banyak budaya. Daud memberikan penghormatan khusus kepada Mefiboset, putra Yonatan yang lumpuh (2 Samuel 9).
Peran Rizpa dalam peristiwa pertama yang melibatkan Daud sangat kecil. Dalam 2 Samuel 3, Saul telah meninggal dan Daud menjadi raja atas setengah wilayah kerajaan di bagian selatan, tetapi putra Saul, Isyboset, telah memperoleh dukungan di setengah wilayah kerajaan di bagian utara. Abner, sepupu dan jenderal Saul, yang sebelumnya merupakan bintang yang sedang naik daun di istana Saul, kini mendukung Isyboset sebagai raja. Mungkin karena rasa curiga yang berlebihan, Isyboset menuduh Abner tidur dengan Rizpa, pada dasarnya menuduhnya berusaha merebut takhta Saul untuk dirinya sendiri. Abner sangat marah hingga ia segera berpindah setia dan bersumpah untuk mendukung janji Tuhan untuk “memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan takhta kerajaan Daud atas Israel dan atas Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba” (2 Samuel 3:10). Abner mengumpulkan dukungan untuk Daud, termasuk dari suku Benyamin milik Saul sendiri, dan mengunjungi Daud untuk menyatakan kesetiaannya. Daud membiarkan Abner pergi dengan damai, tetapi Yoab, wakil Daud, secara rahasia memanggil Abner kembali dan membunuhnya (ayat 26–27). Daud menegaskan ketidakbersalahannya dalam hal ini dan bahkan ikut serta dalam prosesi pemakaman Abner. Tak lama setelah itu, Isyboset juga dibunuh. Daud, yang tidak ingin merebut takhta melalui intrik terhadap keluarga Saul, memerintahkan para pembunuh Isyboset dieksekusi (2 Samuel 4).
Meskipun ada spekulasi bahwa Abner memang tidur dengan Rizpa dan bahwa Rizpa bersedia mengalihkan kesetiaannya kepada pemimpin yang lebih kuat, Alkitab tidak menyebutkannya. Yang kita ketahui hanyalah bahwa Abner membantah terlibat dengan Rizpa.
Rizpa memiliki dua orang putra dari Saul, dan keduanya selamat ketika Daud naik takhta. Bertahun-tahun kemudian, saat Daud menguasai wilayah utara maupun selatan kerajaan, Israel dilanda bencana kelaparan yang berlangsung selama tiga tahun (2 Samuel 21:1–14). Daud, yang menyadari bahwa kelaparan itu mungkin merupakan hukuman ilahi atas bangsa tersebut, bertanya kepada Tuhan apakah hal itu benar. Tuhan menegaskan bahwa kelaparan itu adalah hukuman atas tindakan Saul membantai orang-orang Gibeon—kaum yang sebenarnya dilindungi oleh perjanjian sejak bangsa Israel pertama kali memasuki Tanah Perjanjian (Yosua 9:1–27). Pelanggaran perjanjian itu dianggap sangat serius sehingga Tuhan mendatangkan bencana kelaparan sebagai tanggapan-Nya. Daud menemui orang-orang Gibeon untuk menanyakan bagaimana Israel dapat melakukan pemulihan, dan mereka menuntut nyawa tujuh orang keturunan Saul.
Daud menuruti tuntutan orang-orang Gibeon, mengambil tujuh anak dan cucu Saul yang tersisa (kecuali Mefiboset, anak Yonatan) dan menyerahkannya kepada orang-orang Gibeon. Setelah eksekusi, Rizpa berjaga-jaga di atas mayat anak-anaknya dan lima orang lainnya, tidur di atas batu di atas alas kain kabung, dan mengusir burung-burung serta binatang liar. Rizpa melakukan hal ini “dari permulaan musim menuai sampai tercurah air dari langit ke atas mayat mereka” (2 Samuel 21:10). Mayat yang terpapar cuaca dan dimakan binatang liar setelah kematian merupakan tanda aib dan bahkan mungkin kutukan. Pengorbanan diri Rizpa mengingatkan Daud bahwa ia telah mengabaikan jenazah Saul dan Yonatan, yang disimpan di Yabes-Gilead. Daud mengambil tulang-tulang Saul dan Yonatan beserta jenazah ketujuh orang yang dieksekusi oleh orang-orang Gibeon, lalu menguburkannya dengan layak di makam keluarga Saul. Sebagai tanggapan, Tuhan mengakhiri kelaparan.
Ada kontroversi mengenai kematian anak-anak Rizpa dan orang-orang lain yang dibunuh oleh orang-orang Gibeon. Beberapa ahli berpendapat bahwa Daud memanipulasi peristiwa tersebut untuk menyingkirkan ahli waris saingannya tanpa terlihat seperti penguasa yang kejam. Yang lain percaya bahwa kematian mereka adalah kehendak Tuhan sebagai bagian dari hukuman atas keluarga Saul. Teori lain menyatakan bahwa para pria dari keluarga Saul ini terlibat secara langsung dalam pembantaian orang-orang Gibeon, dan kematian mereka merupakan hukuman ilahi atas kejahatan mereka.
Jadi, Rizpa memainkan peran dalam dua kisah berbeda tentang bagaimana Daud berupaya merebut takhta yang dijanjikan Tuhan tanpa menghina (atau menghancurkan) keluarga pendahulunya. Kesetiaannya kepada anak-anak dan cucu-cucu Saul juga berfungsi untuk mengingatkan Daud bahwa ia memiliki kewajiban terhadap raja sebelumnya, dan selama Saul dan keturunannya belum dimakamkan dengan layak, suksesi kekuasaannya belum lengkap.
English
Siapakah Rizpa dalam Alkitab?