Pertanyaan
Siapakah Raja Amazia dalam Alkitab?
Jawaban
Amazia adalah raja Kerajaan Yehuda di selatan pada tahun 796 hingga 767 SM. Ia menggantikan ayahnya, Raja Yoas, yang pada awalnya adalah raja yang saleh namun kemudian menyimpang dari jalan kebenaran dan dibunuh oleh para pejabatnya sendiri (2 Raja-raja 12:20–21). Salah satu tindakan pertama Amazia adalah menghukum para pembunuh ayahnya (2 Raja-raja 14:5).
Alkitab merangkum masa pemerintahan Amazia sebagai berikut: “a melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya” (2 Raja-raja 14:3). Salah satu kegagalan Amazia adalah, meskipun ia memimpin rakyat Yehuda dalam menyembah Tuhan, ia gagal menghancurkan tempat-tempat penyembahan berhala di mana orang-orang terus mempersembahkan korban dan membakar dupa, melanggar perintah Tuhan untuk mempersembahkan korban di Yerusalem (ayat 4; bandingkan Ulangan 12:13–14). Amazia kemudian menaklukkan orang Edom dan dengan bodohnya membawa pulang dewa-dewa mereka serta mempersembahkan korban kepada mereka. Penyembahan berhala ini mengakibatkan seorang nabi yang tidak disebutkan namanya datang kepada Amazia dan menegurnya. Amazia dengan angkuh menentang perkataan nabi itu, sambil berkata kepadanya, “apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja?” (2 Tawarikh 25:16). Namun, nabi itu tidak gentar. Ia berkata kepada Raja Amazia, “Sekarang aku tahu, bahwa Allah telah menentukan akan membinasakan engkau, karena engkau telah berbuat hal ini, dan tidak mendengarkan nasihatku!” (ayat 16).
Kemenangan Amazia atas orang-orang Edom membuatnya terlalu percaya diri, sehingga ia menantang Raja Yoas dari Israel untuk bertempur melawannya (2 Raja-raja 14:8; 2 Tawarikh 25:17). Yoas menyadari kesombongan Amazia dan menolak tantangan tersebut, meski ia tahu bahwa ia dapat dengan mudah mengalahkan Yehuda yang wilayahnya lebih kecil (2 Raja-raja 14:9–10; 2 Tawarikh 25:18–19). Namun, Amazia bersikeras, sehingga Yoas pun menyerang; ia mengalahkan pasukan Yehuda dan menawan Amazia. Amazia dibawa ke Yerusalem, tempat Yoas menjarah Bait Suci sebelum kembali ke Samaria (2 Raja-raja 14:14; 2 Tawarikh 25:24).
Setelah Yoas meninggal, Amazia masih hidup selama 15 tahun. Tidak diketahui apakah ia kembali memerintah di Yerusalem, tetapi, bagaimanapun, orang-orang Yehuda sedang berkonspirasi melawan dia, sehingga ia melarikan diri ke Lakhis di bagian barat daya Yehuda. Namun, pembunuh yang dikirim untuk mengejar Amazia menemukannya dan membunuhnya. “Ia diangkut dengan kuda, lalu dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud” (2 Tawarikh 25:28). Amazia bisa saja memiliki pemerintahan yang panjang dan sukses jika ia terus mengikuti Tuhan, tetapi kisahnya menjadi peringatan tentang nasib raja-raja yang berpaling kepada penyembahan berhala.
English
Siapakah Raja Amazia dalam Alkitab?