settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu Protoevangelium Yakobus?

Jawaban


Protoevangelium Yakobus adalah karya pseudepigrafi yang juga dikenal sebagai Kitab Yakobus (tidak boleh disamakan dengan Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru), Injil Yakobus, atau Injil Masa Kecil Yakobus. Karya ini memiliki subjudul “Kelahiran Maria, Bunda Suci Allah, dan Bunda yang Sangat Mulia Yesus Kristus.” Kata protoevangelium berarti “injil awal” atau “pendahulu injil,” yang dalam hal ini merujuk pada kisah Maria.

Protoevangelium Yakobus mengklaim ditulis oleh Yakobus, pemimpin gereja di Yerusalem dan penulis Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru. (Secara tradisional, Yakobus dianggap sebagai saudara tiri seayah Yesus/ "half-brother", tetapi menurut karya ini, ia pasti saudara tiri jauh/ "stepbrother" dari Yesus .) Protoevangelium Yakobus mengklaim memberikan detail tambahan tentang kelahiran dan masa kecil Maria serta kelahiran Yesus.

Cerita yang diceritakan dalam Protoevangelium Yakobus dimulai dengan Yoyakim, ayah Maria, dan Hanna, ibunya, yang menderita karena tidak bisa memiliki anak. Mereka masing-masing berdoa kepada Allah untuk seorang anak dan berjanji akan menyerahkan anak tersebut kepada imam-imam untuk melayani di bait suci jika mereka diberkati dengan seorang anak. Allah mendengarkan doa mereka dan memberitahu mereka bahwa mereka akan memiliki anak. Ketika Maria lahir, mereka menjaga dia dengan ketat untuk memastikan dia tidak bersentuhan dengan hal-hal yang tidak suci, dan kebanyakan waktu dia ditempatkan di kamar suci-nya. Pada usia tiga tahun, Maria dibawa ke bait suci dan diserahkan kepada imam yang bernubuat tentangnya: “Tuhan telah mengagungkan nama-Mu di segala generasi. Dalam dirimu, pada hari-hari terakhir, Tuhan akan menampakkan penebusan-Nya kepada anak-anak Israel” (§.; 7).

Menurut Protoevangelium Yakobus, Maria tinggal di bait suci hingga usia dua belas tahun (§ 8); pada saat itu, para imam memutuskan bahwa ia harus menikah, karena tidak pantas baginya untuk terus tinggal di bait suci. Yusuf dipilih secara undian untuk menikahinya, tetapi ia menolaknya: “Aku memiliki anak-anak, dan aku seorang pria tua, sedangkan ia seorang gadis muda. Aku takut menjadi bahan tertawaan bagi anak-anak Israel” (§ 9). Imam memperingatkan Yusuf bahwa ia harus tunduk pada kehendak Allah atau menghadapi hukuman, jadi ia menuruti perintah itu karena takut.

Waktu berlalu, dan malaikat mengumumkan kepada Maria bahwa dia akan mengandung seorang anak. Pada saat itu, dia berusia sekitar enam belas tahun dan masih perawan (§ 12). Percakapan antara Maria dan malaikat, seperti yang diceritakan dalam Protoevangelium Yakobus, serupa dengan yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Setelah enam bulan, Yusuf mengetahui bahwa Maria hamil. Ia merasa tertekan karena tugasnya adalah memastikan tidak ada yang terjadi padanya, dan kini sepertinya ia telah gagal. Maria menjelaskan keadaan seputar kehamilannya, tetapi Yusuf dilema karena, di satu sisi, ia tidak ingin menyembunyikan dosa jika Maria telah berselingkuh, dan di sisi lain, ia tidak ingin melawan Allah jika bayi Maria memang dikandung secara ajaib.

Menurut Protoevangelium Yakobus, para imam mengetahui bahwa Maria hamil dan menuduh Yusuf melakukan dosa yang mengerikan, karena ia seharusnya menjaga kemurnian Maria (§ 15). Namun, mereka melakukan uji coba, "air ujian Tuhan" (serupa dengan yang terdapat dalam Bilangan 5:11–31), dan keduanya dinyatakan tidak bersalah dari segala dosa (§ 16).

Kemudian datanglah perintah Romawi agar semua orang mendaftar di kampung halamannya, jadi Yusuf pergi ke Betlehem bersama Maria dan beberapa anaknya dari pernikahan sebelumnya (§ 17). Ia mempertimbangkan apakah harus mendaftarkan Maria sebagai istrinya atau putrinya. Dalam perjalanan ke Betlehem, Maria mulai melahirkan, sehingga mereka menemukan sebuah gua, dan Yusuf pergi mencari bidan. Ia menemukan seorang bidan yang sepertinya mengetahui segala hal tentang Maria dan situasinya, dan ia menenangkan Yusuf. Yesus kemudian lahir (§ 19).

Dalam garis waktu yang disajikan dalam Protoevangelium Yakobus, para orang majus tiba di Yerusalem segera setelah kelahiran Yesus, dan keributan pun terjadi. Herodes memerintahkan pembunuhan semua bayi di Betlehem, tetapi Maria dan Yusuf berhasil melarikan diri. Namun, Yohanes Pembaptis berada dalam bahaya, jadi ia disembunyikan. Ketika ayah Yohanes, Zakaria, menolak menyerahkannya, ia dibunuh (§ 23). Simeon, yang kemudian melihat Yesus di bait suci, dipilih secara acak untuk menggantikan Zakaria di bait suci.

Protoevangelium Yakobus adalah karya pertama yang menegaskan bahwa Maria tetap perawan seumur hidup. Yusuf menikahinya hanya agar ia dapat tinggal secara sah di rumahnya dan tidak berniat untuk berhubungan seksual dengannya. Ia sudah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya, jadi "saudara-saudara" Yesus hanyalah saudara tiri-Nya dan lebih tua darinya.

Konsensus para ahli menyatakan bahwa Protoevangelium Yakobus ditulis pada pertengahan abad kedua; oleh karena itu, tidak mungkin ditulis oleh saudara tiri seayah Yesus (atau saudara tiri jauh, seperti yang diklaim dalam karya ini). Karena bersifat pseudepigrafis (ditulis oleh seseorang yang mengaku sebagai orang lain), Protoevangelium Yakobus ditolak oleh gereja. Origen menyebutnya pada abad ketiga sebagai karya yang asal-usulnya diragukan. Karya ini telah dikutuk oleh konsili gereja dan pejabat gereja sepanjang sejarah, bahkan oleh Gereja Katolik, yang mengajarkan keperawanan abadi Maria.

Meskipun wajar untuk penasaran tentang detail pengasuhan Yesus (dan Maria), Allah telah memberitahu kita segala yang perlu kita ketahui dalam Perjanjian Baru. Beberapa spekulasi imajinatif mungkin dapat diterima, namun tidak dapat diterima jika menyatakan spekulasi tersebut sebagai kebenaran, dan inilah yang tampaknya dilakukan oleh penulis Protoevangelium Yakobus.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu Protoevangelium Yakobus?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries