www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah tujuan bagi keberadaan malaikat?

Jawaban:
Malaikat yang menyerupai anak kecil yang gemuk, lengkap dengan sayap, lingkaran cahaya di kepalanya, adalah beberapa bayangan yang kita miliki tentang malaikat. Akan tetapi, Firman Allah memberi gambaran yang berbeda tentang malaikat. Ibrani 1:7 mengajar, “Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: ‘Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.’” Malaikat adalah roh yang diciptakan guna menggenapi rancangan Allah.

Alkitab irit berbicara tentang alam roh, namun dari yang disebutkan maka cukup bagi kita menyimpulkan bahwa para malaikat melaksanakan beberapa tugas dan menggenapi beberapa tujuan:

1. Melayani orang yang diselamatkan Allah. Salah satu tujuan para malaikat adalah melayani orang-orang terpilih Allah: “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibrani 1:14). Paulus mendapatkan kunjungan malaikat di tengah badai di laut. Malaikat juga menghiburnya (Kisah 27:23-24). Beberapa orang lain yang dilayani malaikat adalah Elia (1 Raja-Raja 19:3-8) dan Petrus (Kisah 12:6-10).

2. Menyampaikan pesan. Istilah malaikat secara harafiah berarti “pembawa pesan.” Di dalam Alkitab, malaikat umumnya tampil sebagai pria insani yang menyampaikan pesan dari Allah kepada manusia (lihat Kejadian 18:1-3). Malaikat Gabriel muncul kepada setidaknya tiga orang di dalam Alkitab. Ia menafsirkan penglihatan bagi Daniel (Daniel 8:16), memberitahu Zakharia tentang kelahiran Yohanes Pembaptis (Lukas 1:19), dan menyatakan kepada Maria bahwa ia akan menjadi ibunda dari sang Mesias (Lukas 1:26). Malaikat dalam bentuk pria juga menghimbau Lot bahwa Sodom dan Gomora akan segera dibinasakan (Kejadian 19:1).

3. Berperang di alam roh. Salah satu tujuan lain malaikat adalah memerangi kuasa-kuasa kegelapan rohani yang berusaha menggagalkan rancangan Allah (Efesus 6:12; Yudas 1:9). Ketika malaikat menampakkan diri pada Daniel guna menyampaikan tafsiran penglihatan, malaikat itu bercerita bahwa dirinya harus dibantu Mikhael sang penghulu malaikat menembus perlawanan musuh (Daniel 10:10-14). Luasnya peperangan malaikat tidak dijelaskan pada kita, namun dari sedikit yang tertulis kita dapat menyimpulkan bahwa pertempurannya sengit meski tak terlihat.

4. Menyembah Allah. Malaikat selalu berada di sekeliling takhta Allah, menyembah dan menyerukan pujian bagi-Nya (Mazmur 148:1-2; Yesaya 6:3; Ibrani 1:6; Wahyu 5:8-13). Karena malaikat diciptakan untuk menyembah Allah, jika mereka menolak tujuan penciptaan mereka maka itulah kesalahan yang tak dapat diampuni. Ketika Lusifer, salah satu malaikat utama, menolak menyembah Allah dan menyaratkan dirinya disembah, Allah mendepaknya dari surga (Yesaya 14:12-18). Para malaikat yang memihak pada Lusifer juga disingkirkan pula.

5. Melayani. Para malaikat ada untuk melaksanakan kehendak sang Pencipta. Mereka pergi kemana Allah mengutus, menyampaikan pesan yang diberikan pada mereka, dan melayani anak-anakNya di bumi (Mazmur 103:20; Wahyu 22:9; Ibrani 1:14). Setelah Yesus dicobai di padang belantara selama empat puluh hari, para malaikat datang dan melayani-Nya (Matius 4:11). Ketika orang saleh meninggal, tampaknya para malaikat mengantar mereka ke tempat peristirahatan ilahi (Lukas 16:22).

6. Menghukum. Para malaikat bukan sekedar terang dan sukacita. Mereka juga menjalankan perintah Allah untuk membinasakan. Kitab Wahyu bernubuat tentang berbagai tindakan para malaikat yang mendatangkan kehancuran bumi (Wahyu 7:1; 8-10). Ketika Firaun menolak melepaskan umat Allah dari Mesir, Allah mengutus malaikat untuk merenggut nyawa setiap anak sulung (Keluaran 12:12,23). Para malaikat terlibat dalam kematian Herodes (Kisah 12:23) dan penghukuman Yerusalem (1 Tawarikh 21:15).

7. Membantu menyampaikan Firman Allah. Ibrani 2:2, dalam membahas Hukum Musa, menyebutnya “firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat.” Malaikat ternyata terlibat dalam proses penyampaian hukum Musa di atas gunung Sinai, sehingga kita memahami satu lagi tujuan dari keberadaan para malaikat.

Allah dapat memperkerjakan para malaikat sesuai kehendak-Nya. Mengingat kita tidak mengetahui banyak tentang dunia diluar alam semesta jasmani yang tampak, kita tidak mungkin memahami semua tujuan yang digenapi para malaikat. Namun umat Kristen memiliki keyakinan bahwa para malaikat kudus Allah siap melindungi dan membantu anak-anak Allah yang fana (Mamur 91:11). Meskipun malaikat adalah makhluk yang diciptakan, sebagaimana keadaan kita, dan tidak boleh disembah, kita dapat mensyukuri keberadaan mereka pada Allah beserta cara Tuhan menggunakan mereka dalam mempengaruhi hidup kita.

© Copyright Got Questions Ministries