Pertanyaan

Siapa yang menulis Kitab Nehemia? Siapa penulis Kitab Nehemia?

Jawaban
Kitab Nehemia, bersama dengan Kitab Ezra, memberikan gambaran yang menarik tentang Israel setelah pembuangan. Nehemia, yang semula merupakan pelayan minuman Raja Artahsasta dari Persia, mengalami gangguan dalam hidupnya yang nyaman melalui percakapan dengan Hanani, seorang pria yang datang dari Yehuda. Pertanyaan Nehemia tentang keadaan orang Israel dijawab dengan berita tragis: “Kata mereka kepadaku: 'Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar’” (Nehemia 1:3). Pengungkapan ini memicu peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam kitab, termasuk pembangunan kembali tembok di tengah penentangan dan berbagai reformasi di kalangan rakyat. Dalam kanon Ibrani, Ezra dan Nehemia dianggap sebagai satu kitab.

Penulis kitab Nehemia dikaitkan dengan Ezra atau Nehemia. Bukti internal menunjukkan bahwa Nehemia sendiri menulis setidaknya sebagian teks tersebut, mengingat penggunaan kata ganti orang pertama dan pengantar, “Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan” (Nehemia 1:1). Namun, ada tradisi Yahudi dan Kristen yang mengaitkan kitab ini dengan Ezra sang penulis, membuka kemungkinan bahwa Ezra menggunakan memoar Nehemiah untuk menyusun teks Nehemiah.

Kitab Ezra-Nehemia dan Tawarikh, yang mungkin juga ditulis oleh Ezra, patut dihormati. Ketelitian penulis, konteks sejarah yang berharga, silsilah, gaya sastra yang khas, dan kesinambungan teksnya sangat mengesankan. Penulis, baik Nehemia maupun Ezra, mengambil bahan dari berbagai sumber, termasuk silsilah, arsip kerajaan, surat-surat, dan dekrit resmi Persia.

Kitab Nehemia membahas tema-tema seperti kepemimpinan (dengan standar apa pun, Nehemia adalah pemimpin kelas dunia), tanggung jawab, pembaruan, dan kesetiaan Allah dalam menepati janji-Nya meskipun umat-Nya memberontak. Orang kristen yang mencari relevansi Nehemia bagi iman mereka dapat menarik paralel antara Nehemia dan Kepala Gereja, Yesus Kristus. Kepemimpinan Nehemia, pengorbanan, semangat untuk melayani Allah, dan belas kasihan terhadap umat Allah merupakan teladan yang indah dari pelayanan Mesias. Kesetiaan Allah kepada Israel bahkan setelah hukuman-Nya yang adil adalah bukti bahwa Ia tidak pernah mengingkari janji-Nya.