www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Mengapa Allah memperboleh manusia mengejek DiriNya?

Jawaban:
Setiap hari, pada setiap penjuru dunia, ada orang yang mengejek Allah. Ada yang sengaja mengambil kesempatan mengejek, menghina, dan melayangkan kepalan tangan mereka terhadap sang Pencipta mereka. Pengejekan yang dilayangkan begitu menciutkan hati dan kelancangan mereka sungguh mengherankan. Allah melihat semua ini, dan tentunya Ia dapat mengambil tindakan. Namun mengapa Ia memperbolehkannya?

Allah menciptakan umat manusia dengan kehendak bebas. Wahyu 4:11 mengajar, "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." Sang MahaKuasa menciptakan kita bagi kemuliaan dan kesenangan-Nya, dan apa yang lebih nikmat daripada dikasihi seseorang secara sukarela tanpa paksaan? Allah tidak menciptakan robot yang hanya melakukan kehendak-Nya. Ia menginginkan anak, sama seperti orang tua insani menginginkan anak, bukan hamba melainkan individu yang bernalar, yang mempunyai keunikan dan kepribadian tersendiri. Allah menginginkan persekutuan dengan kita, sebuah hubungan dengan kita. Kasih yang sejati bersifat sukarela.

Dan karena Allah menciptakan umat manusia seperti itu – tentunya Ia tidak terpaksa menciptakannya seperti itu, melainkan itulah pilihan-Nya – kita mempunyai kehendak bebas untuk tidak taat, menghujat-Nya, dan juga mengejek-Nya. Namun kita telah dihimbau dalam Galatia 6:7 bahwa Allah tidak selamanya akan diejek. Ejekan dan hujatan hanya bersifat sementara. Akan ada hari pertanggung-jawaban, dan, pada akhirnya, seseorang akan menuai apa yang ia tabur.

Kita mempunyai kemampuan untuk memilih kebaikan atau kejahatan, kebenaran atau kesalahan, Allah juga memberi kita solusi, sebuah jalan keluar dari dosa menuju kehidupan kekal. Yesus Kristus telah menyediakan sarana pemulihan hubungan dengan Allah, melalui pengurbanan-Nya di atas salib.

© Copyright Got Questions Ministries