www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Bagaimanakah supaya saya dapat memahami Kitab Wahyu?

Jawaban:
Kunci penafsiran Alkitab secara konsisten, termasuk menafsirkan kitab Wahyu, adalah dengan memiliki hermeneutika yang konsisten. Hermeneutika adalah kajian mengenai prinsip-prinsip penafsiran. Dengan kata lain, hermeneutika adalah cara Saudara menafsirkan Kitab Suci. Hermeneutika yang baik adalah: kecuali kalau ayat atau bagian Alkitab itu dengan JELAS mengindikasikan bahwa teks itu sedang menggunakan bahasa kiasan, maka kita harus memahami bagian itu secara harfiah. Jangan merohanikan teks Alkitab dengan memberikan makna tambahan kepada kata-kata atau frasa-frasa yang sudah jelas maksud penulisnya, yang menulis di bawah tuntunan Roh Kudus, yang memaksudkan itu untuk dipahami sebagaimana kata-kata itu tertulis.

Sebagai contoh, misalnya, di Kitab Wahyu pasal 20. Banyak pakar yang memberikan berbagai tafsiran mengenai arti seribu tahun di bagian ini. Namun, bahasa di bagian ini tidak mengimplikasikan, dengan cara apapun, bahwa arti seribu tahun di bagian ini harus dipahami dalam arti lain. Periode seribu tahun itu memang berarti seribu tahun secara harfiah.

Garis besar sederhana dari Kitab Wahyu terdapat dalam Wahyu 1:19. Dalam pasal pertama, Kristus yang bangkit dan dimuliakan berbicara kepada Rasul Yohanes. Kristus memerintahkannya untuk: “Karena itu tuliskanlah apa yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.” Hal-hal yang Yohanes lihat saat itu sudah dicatat dalam pasal 1. “Hal-hal yang terjadi sekarang” (yang terjadi pada masa Yohanes) dicatat dalam pasal 2-3 (surat kepada tujuh gereja). “Hal-hal yang akan terjadi” (masa depan) dicatat dalam pasal 4-22.

Secara umum, pasal 4-18 dari Kitab Wahyu adalah mengenai penghukuman Allah pada orang-orang di dalam dunia ini. Penghakiman ini BUKAN ditujukan bagi Gereja (1 Tes 5:2, 9). Gereja sudah diangkat dari dunia ini melalui peristiwa yang disebut hari Pengangkatan Gereja. Nubuat mengenai peristiwa pengangkatan Gereja dinyatakan di surat 1 Tesalonika 4:13-18 dan 1 Korintus 15:51-52. Ini adalah masa kesusahan Yakub – masa kesusahan bagi Israel (Yer 30:7; Dan 9:12; 12:1). Ini adalah masa ketika Allah menghakimi dunia karena pemberontakan mereka melawan-Nya.

Pasal 19 menggambarkan kembalinya Kristus dengan Gereja, mempelai perempuannya Kristus. Kristus akan mengalahkan si binatang dan nabi palsu dan melemparkan mereka ke dalam lautan api. Dalam pasal 20, Iblis dinyatakan akan diikat dan dibuang ke dalam jurang yang tak terkira dalamnya. Kemudian, Kristus akan mendirikan kerajaan-Nya di atas bumi selama masa seribu tahun. Pada akhir masa seribu tahun itu, Iblis akan dilepaskan. Ia akan memimpin pemberontakan melawan Allah. Dengan cepat, Iblis dan pasukannya akan dikalahkan dan dibuang ke dalam lautan api. Kemudian, akan berlangsung penghakiman terakhir, yaitu penghakiman atas mereka yang bukan orang-percaya, di mana mereka juga akan dibuang ke dalam lautan api.

Pasal 21-22 menggambarkan apa yang disebut sebagai masa kekekalan. Ini adalah masa di mana Allah menyatakan seperti apa masa kekekalan kita dengan-Nya. Kitab Wahyu dapat dimengerti! Allah tidak akan memberikannya kalau itu dimaksudkan sebagai suatu misteri. Kunci untuk memahami Kitab Wahyu itu adalah dengan berusaha menafsirkannya se-harfiah mungkin. Kitab Wahyu mengatakan apa yang dimaksudkan Allah.