www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah ada kuasa dalam nama Yesus?

Jawaban:
Kuasa apapun yang dikaitkan pada nama Yesus bersumber dari Pribadi Yesus. Ketika kita "percaya kepada nama Anak Allah," kita sedang mempercayai karya Kristus yang terselesaikan di atas kayu salib (1 Yohanes 5:13). Yesus bukanlah mantra gaib. Tidak ada keistimewaan dalam penataan huruf dalam nama-Nya. Jika Yesus bukan Allah dalam bentuk insan yang hidup sempurna, yang mati bagi dosa orang yang hendak percaya, dan bangkit dari kematian, kita tidak mungkin membahas nama-Nya. Kuasa yang tersedia bagi umat Kristen dalam nama Yesus berasal dari iman sejati dalam Diri Yesus dan apa yang Ia lakukan bagi orang berdosa.

Tidak ada kuasa gaib dalam nama Yesus yang ada hanyalah kuasa dalam Yesus Kristus sendiri. Dengan sekedar mengucap nama "Yesus," seseorang tak akan mendapatkan kuasa yang hebat, hasil yang baik, atau hubungan yang baik dengan Allah. Namun nama Yesus itu bernilai dan penuh makna. Kita melihat hal ini dalam Matius 1:20-21 ketika malaikat memberitahu Yusuf, "Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Keselamatan, kesembuhan, perlindungan, pembenaran, dan kuasa penebusan Allah berdiam di dalam Pribadi Kristus, dan Yesus-lah nama-Nya. Dan dengan cara apakah sang Pencipta alam semesta yang Maha-Tahu, Maha-Ada, dan Maha-Kuasa memilih menggunakan kuasa-Nya? Melalui Anak-Nya, yang lahir dalam keadaan sederhana seorang bayi dengan segenap kuasa seorang Raja (Lukas 2:11-12). Yesus mengorbankan nyawa-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa, dan Ia menggunakan otoritas-Nya untuk membangkitkan DiriNya kembali (Yohanes 10:18) supaya semua orang yang memanggil nama-Nya, dalam iman, dapat menerima pengampunan dosa dan keselamatan yang kekal (Roma 10:13). Inilah kuasa kebangkitan sang Juruselamat Ia Sendiri merupakan kuasa di balik nama-Nya.

Di dalam nama Yesus, Allah memerintah kita untuk berdoa (Yohanes 16:23-24). Orang percaya diundang untuk berdoa di dalam nama Yesus dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa (Yohanes 14:13-14). Berdoa dalam nama Yesus berarti berdoa dengan otoritas-Nya (Lukas 10:19) dan meminta Allah Bapa bertindak atas doa kami karena kita datang melalui iman dalam nama Putra-Nya, Yesus. Berdoa dalam nama Yesus berarti berdoa selaras dengan karakter dan kehendak Yesus. Berdoa dalam nama Yesus menunjukkan iman kita dalam kuasa Allah dan keyakinan Ia akan bertindak.

Yesus merupakan nama yang umum pada Israel abad pertama. Satu-satunya yang membedakan nama Yesus dari Nazaret adalah Pribadi pemiliknya dan apa yang telah Ia lakukan bagi kita. Di dalam Kristus "berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan" (Kolose 2:9). Yesus adalah "cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah" (Ibrani 1:3). Namun dimana iman itu tidak ada, hubungan tidak ada, dan tidak disertai ketundukan pada ketuhanan-Nya, maka nama Yesus hanyalah sebuah kata.

Kita harus berhati-hati supaya tidak menyalahgunakan nama Yesus. Alkitab menceritakan sebuah peristiwa dimana sekelompok tujuh orang Yahudi dari Efesus berusaha mengusir iblis dengan menggunakan nama Yesus. Para pria ini tidak mengenal Yesus. Mereka bukan orang percaya. Sebaliknya, mereka ingin dihormati orang lain dan menggunakan kesempatan untuk mencari ketenaran. Mereka belum tunduk kepada Allah dan gagal mengusir roh jahat (Yakobus 4:7). Salah satu iblis mencemooh ketujuh tukang jampi-jampi itu, yang pada dasarnya berusaha menggunakan nama "Yesus" sebagai mantra: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" ujar roh jahat itu. Kemudian roh jahat menggunakan orang yang ia rasuki untuk memukul para pesihir itu sampai berdarah dan telanjang (Kisah 19:13-16). Ketujuh pria ini berusaha menyalahgunakan kuasa yang ada dalam nama Yesus bagi keuntungan pribadi mereka, namun kita melayani Allah yang tidak dapat disesatkan atau dimanipulasi (Ayub 12:16).

Nama Yesus, yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka, menyiratkan kuasa hebat sang Pencipta Sendiri. Yesus memberi orang percaya otoritas untuk melayani, berkarya, dan berdoa dalam nama-Nya ketika kita percaya pada kuasa penyelamatan-Nya dan menginginkan kehendak Allah. Yesus, dengan otoritas Allah Bapa, menggunakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa, dan nama-Nya adalah satu-satunya nama yang dapat kita panggil supaya selamat (Ibrani 4:12). Sebagai anak yang diadopsi ke dalam keluarga Allah, umat Kristen mengalami anugerah keselamatan Allah melalui iman dalam Pribadi Yesus. Ketika kita memanggil-Nya, kita mengambil bagian dalam kuasa-Nya dan menemukan bahwa "nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat" (Amsal 18:10).