www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah pentingnya konseling pra-nikah?

Jawaban:
Konseling pra-nikah pada umumnya merupakan tanggung-jawab pendeta atau pemimpin sebuah jemaat, meskipun kadang dilakukan oleh seorang staf, konselor Kristen, atau pelayanan pastoral. Adapun pendeta yang menolak menikahkan pasangan jika pasangan yang bertunangan belum mengikuti sesi konseling. Para pendeta menyadari berkat serta kesulitan pernikahan dan berusaha membantu mensukseskan pernikahan pasangan yang akan mereka nikahkan. Mereka menilai konseling pra-nikah sebagai satu bagian penting yang bermanfaat untuk memberi wawasan dan membangun sebuah persatuan yang kuat.

Dalam instruksi kependetaannya kepada Titus, rasul Paulus memerintah supaya dia melengkapi orang lain untuk mengajar generasi selanjutnya (Titus 2:1-6). Konseling ini pada dasarnya mengajarkan kebenaran alkitabiah, serta standar perilaku, dan dasar hubungan seseorang dengan yang lain. Hal ini sangat penting dalam keadaan sebelum menikah. Kita tidak mungkin melaksanakan apa yang tidak kita ketahui, dan umur tidak menjamin kedewasaan. Pasangan yang hendak bersatu harus diajar tentang pernikahan dari sudut pandang Allah.

Konseling pra-nikah yang berdasar pada prinsip Alkitab akan mengajarkan peran suami dan istri serta dinamika hubungan antara mereka sendiri dan dengan anak-anak mereka (Efesus 5:22-6:4; Kolose 3:18-21). Konseling pra-nikah adalah sarana yang baik untuk menghindari anggapan yang salah tentang pernikahan, menempatkan obyektif pernikahan, dan membedakan antara standar Allah dengan standar dunia. Pelaku konseling haruslah pendeta, penatua, atau konselor yang kokoh dalam doktrin, yang pernikahannya sendiri kuat, hubungan dengan keluarganya baik (1 Timotius 3:4-5; Titus 1:7), dan hidup taat kepada Firman Allah. Konselor semacam itu mampu menyampaikan sudut pandang Allah secara jelas tanpa ambiguitas.

Konseling pra-nikah juga merupakan sarana yang baik untuk mengulas topik-topik yang belum pernah dipikirkan seperti cara menangani keuangan keluarga bersama, cara membagi tugas dalam rumah tangga, cara mengatur liburan, cara mendisiplin anak mereka, dsb. Konselor juga dapat membimbing pasangan itu mengenali apa yang mereka alami dalam rumah tangga masing-masing dan mengingatkan untuk mencontoh atau menghindari perilaku-perilaku tertentu.

Konseling pra-nikah yang bagus dapat menjadi perbedaan antara pasangan yang sukses menghadapi masalah dengan pasangan yang bergumul menurut sudut pandang dan standar duniawi. Calon mempelai pria dan wanita perlu berkomitmen mengikuti konseling pra-nikah supaya pernikahan mereka selaras dengan rancangan Allah.