www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah yang dimaksud oleh kematian rohani?

Jawaban:
Kematian adalah perpisahan. Kematian jasmani adalah perpisahan jiwa dari tubuh jasmani. Kematian rohani, tentunya lebih penting, adalah perpisahan antara jiwa dengan Allah. Di dalam Kejadian 2:17, Allah memberitahu Adam bahwa pada hari ia memakan buah yang terlarang maka ia "pastilah mati." Adam terjatuh, tetapi kematian jasmaninya tidak berlangsung pada saat itu juga; Allah mempunyai jenis kematian lain dalam pikiran-Nya — kematian rohani. Perpisahan dari Allah ini yang kita amati di dalam Kejadian 3:8. Ketika Adam dan Hawa mendengar suara Tuhan, "bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman." Persekutuan telah terputus. Mereka mati secara rohani.

Ketika Yesus menggantung di salib, Ia melunasi hutang kita dengan mati sebagai pengganti kita. Meskipun Ia adalah Allah, Ia harus menderita kepedihan perpisahan sementara dari Bapa karena dosa dunia yang Ia tanggung di atas kayu salib. Setelah tiga jam kegelapan berlalu, Ia berteriak, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Markus 15:33-34). Keterpisahan rohani dari Allah Bapa adalah akibat dari Allah Putra mengemban dosa kita di atas DiriNya. Itulah akibat dosa. Dosa adalah kebalikan dari Allah, dan Allah harus berpaling dari Anak-Nya pada waktu itu.

Seorang yang tidak mempunyai Kristus berada dalam posisi mati secara rohani. Paulus menggambarkannya sebagai "jauh dari hidup persekutuan dengan Allah" di dalam Efesus 4:18. (Terpisah dari kehidupan adalah sama dengan mati.) Manusia alami, seperti Adam yang bersembunyi di Taman Eden, telah terpisah dari Allah. Ketika kita dilahirkan baru, maka kematian rohani telah dibalikkan. Sebelum keselamatan, kita mati secara rohani, tetapi Yesus memberi kita kehidupan. "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu," (Efesus 2:1). "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita" (Kolose 2:13).

Sebagai gambaran, bayangkan Yesus yang membangkitkan Lazarus di dalam Yohanes 11. Lazarus yang mati secara jasmani tidak dapat melakukan apapun bagi dirinya. Ia tidak memberi respon terhadap rangsangan, tidak sadar akan kehidupan seputarnya, tidak bisa dibantu dan tanpa harapan — kecuali terhadap bantuan Kristus yang merupakan "kebangkitan dan hidup" (Yohanes 11:25). Pada panggilan Kristus, Lazarus dipenuhi dengan kehidupan, dan ia memberi respon yang sesuai. Sama-halnya ketika kita mati secara rohani, tidak dapat menyelamatkan diri, tidak berdaya menerima kehidupan yang kudus — sampai Yesus memanggil kita kepada DiriNya. Ia menghidupkan kita; "bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya" (Titus 3:5).

Kitab Wahyu membahas "kematian kedua," yang merupakan perpisahan akhir (dan kekal) dari Allah. Hanya mereka yang tidak pernah mengalami kehidupan baru di dalam Kristus akan ikut serta dalam kematian kedua (Wahyu 2:11; 20:6,14; 21:8).

© Copyright Got Questions Ministries