Pertanyaan

Apakah Katolik adalah agama yang sesat?

Jawaban
Masalah paling krusial dengan Gereja Katolik Roma adalah keyakinannya bahwa iman semata kepada Kristus tidak cukup untuk keselamatan. Alkitab dengan jelas dan konsisten menyatakan bahwa menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, oleh anugerah melalui iman, memberikan keselamatan (Yohanes 1:12; 3:16,18,36; Kisah Para Rasul 16:31; Roma 10:9-10,13; Efesus 2:8-9). Gereja Katolik Roma menolak hal ini. Posisi resmi Gereja Katolik Roma adalah bahwa seseorang harus percaya kepada Yesus Kristus DAN dibaptis DAN menerima Ekaristi beserta sakramen-sakramen lainnya DAN menaati peraturan-peraturan Gereja Katolik Roma DAN melakukan perbuatan-perbuatan yang berkenan kepada Tuhan DAN tidak mati dengan dosa-dosa berat DAN seterusnya, seterusnya, seterusnya. Perbedaan Gereja Katolik dari Alkitab pada masalah paling krusial ini, yaitu keselamatan, berarti ya, Katolikisme adalah agama palsu. Jika seseorang percaya pada apa yang diajarkan secara resmi oleh Gereja Katolik, dia tidak akan diselamatkan. Setiap klaim bahwa perbuatan atau ritual harus ditambahkan pada iman agar keselamatan tercapai adalah klaim bahwa kematian Yesus tidak cukup untuk sepenuhnya membeli keselamatan kita.

Meskipun keselamatan melalui iman adalah isu yang paling krusial, dalam membandingkan Katolik Roma dengan Firman Tuhan, terdapat banyak perbedaan dan kontradiksi lainnya. Gereja Katolik Roma mengajarkan banyak doktrin yang bertentangan dengan apa yang Alkitab nyatakan. Ini termasuk suksesi apostolik, penyembahan terhadap santo-santa atau Maria, doa kepada santo-santa atau Maria, paus / kepausan, baptisan bayi, transubstansiasi, indulgensi penuh, sistem sakramen, dan purgatorium. Meskipun Katolik mengklaim dukungan Alkitab untuk konsep-konsep ini, tidak ada dari ajaran-ajaran ini yang memiliki dasar yang kokoh dalam pengajaran Alkitab yang jelas. Konsep-konsep ini didasarkan pada tradisi Katolik, bukan Firman Tuhan. Faktanya, semuanya jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip Alkitab.

Terkait pertanyaan "Apakah Katolik diselamatkan?", ini adalah pertanyaan yang lebih sulit untuk dijawab. Tidak mungkin memberikan pernyataan universal tentang keselamatan semua anggota denominasi Kristen mana pun. Tidak SEMUA Baptis diselamatkan. Tidak SEMUA Presbiterian diselamatkan. Tidak SEMUA Lutheran diselamatkan. Keselamatan ditentukan oleh iman pribadi kepada Yesus Kristus saja untuk keselamatan, bukan oleh gelar atau identitas denominasi. Meskipun Gereja Katolik Roma memiliki keyakinan dan praktik yang tidak sesuai dengan Alkitab, ada orang-orang benar, yang menghadiri gereja Katolik Roma. Banyak orang Katolik Roma yang menaruh iman mereka pada Yesus Kristus saja untuk keselamatan. Orang-orang Katolik Kristen ini adalah orang percaya yang benar, terlepas dari yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Dalam beberapa sisi tertentu, memang Gereja Katolik juga mengajarkan Alkitab dan menunjuk orang-orang kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Akibatnya, kadang-kadang orang diselamatkan di gereja Katolik. Alkitab memiliki dampak setiap kali diproklamasikan (Yesaya 55:11). Umat Katolik Kristen ini tetap berada di Gereja Katolik karena ketidaktahuan tentang apa yang sebenarnya diwakili oleh Gereja Katolik, karena tradisi keluarga dan tekanan teman sebaya, atau karena keinginan untuk menjangkau umat Katolik lainnya untuk Kristus.

Pada saat yang sama, Gereja Katolik juga membawa banyak orang menjauh dari hubungan iman yang sejati dengan Kristus. Keyakinan dan praktik yang tidak sesuai dengan Alkitab dalam Gereja Katolik Roma seringkali memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Kristus untuk menghujat. Gereja Katolik Roma bukanlah gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus. Itu bukanlah gereja yang didasarkan pada ajaran para Rasul (seperti yang dijelaskan dalam Kitab Kisah Para Rasul dan surat-surat Perjanjian Baru). Meskipun kata-kata Yesus dalam Markus 7:9 ditujukan kepada orang-orang Farisi, kata-kata itu dengan tepat menggambarkan Gereja Katolik Roma, "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri."