www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan istilah kasih Kristus?

Jawaban:
Frasa “kasih Kristus” merupakan kebalikan dari “kasih untuk Kristus,” merujuk kepada kasih yang Dia miliki bagi umat manusia. Secara singkat, kasih-Nya dapat dinyatakan dengan kerelaan-Nya untuk berkorban demi kepentingan kita, khususnya saat berkaitan dengan kebutuhan terbesar kita, yaitu diselamatkan. Meskipun Dia harus membayar harga yang mahal, meskipun kita benar-benar tidak layak untuk mendapatkan kasih yang seperti itu.

Meskipun Yesus Kristus, yang adalah Allah, telah ada sejak dalam kekekalan bersama Allah Bapa (Yoh 1:1) dan Allah Roh Kudus, Dia rela untuk meninggalkan takhta-Nya (Yoh 1:1-14) untuk menjadi manusia. Dialah yang harus membayar hukuman atas dosa-dosa kita sehingga kita tidak perlu membayarnya di dalam lautan api untuk selama-lamanya (Why 20:11-15). Karena dosa umat manusia telah dibayar oleh Juru Selamat kita, Yesus Kristus yang tanpa dosa, Allah yang adil dan kudus sekarang dapat mengampuni dosa-dosa kita saat kita menerima pembayaran dari Yesus Kristus bagi kita sendiri (Rm 3:21-26). Dengan demikian, kasih Kristus dinyatakan saat Dia rela meninggalkan kediaman-Nya di surga, dimana Dia disembah dan dimuliakan, sebagaimana Dia layak menerimanya, untuk datang di dunia sebagai manusia, dimana Ia akan diolok-olok, dikhianati, disiksa, dan disalibkan untuk membayar hukuman atas dosa kita, bangkit dari kematian pada hari yang ketiga. Dia memperhatikan kebutuhan kita akan seorang Juru Selamat, untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan hukumannya, sebagai hal yang lebih penting daripada kehidupan dan kenyamanan-Nya sendiri (Flp 2:3-8).

Terkadang orang rela memberikan hidupnya untuk orang yang mereka anggap layak – seorang teman, seorang kerabat, orang “baik” lainnya – namun kasih Kristus melampau semua itu. Kasih Kristus menjangkau orang-orang yang paling tidak layak untuk mendapatkannya. Dia rela menanggung hukuman dari mereka yang telah menyiksa Dia, membenci Dia, mengkhianati Dia, dan tidak peduli kepada-Nya, dan bagi mereka yang tidak layak mendapatkan kasih-Nya (Rm 5:6-8). Dia memberikan semua yang bisa Dia berikan kepada orang yang paling tidak layak! Pengorbanan, adalah inti dari kasih yang ilahi, yang disebut sebagai kasih agape. Inilah kasih ilahi, bukan kasih manusia (Mat 5:43-48).

Kasih yang Dia tunjukkan kepada kita di kayu salib hanyalah permulaan. Saat kita beriman dan percaya kepada-Nya sebagai Juru Selamat, Dia menjadikan kita sebagai anak-anak Allah, menjadi ahli waris bersama Dia! Dia datang untuk tinggal diam dalam kita melalui Roh Kudus-Nya, berjanji bahwa Dia tidak akan sekali-kali membiarkan dan meninggalkan kita (Ibr 13:5-6). Dengan demikian, kita memiliki pendamping yang penuh kasih sepanjang hidup kita. Dan apa pun yang akan terjadi, Dia akan selalu ada, kasih-Nya akan selalu tersedia untuk selamanya bagi kita (Rm 8:35). Namun, sebagaimana Dia adalah Raja yang penuh kebajikan yang memerintah di surga, kita seharusnya memberikan Dia posisi yang selayaknya dalam kehidupan kita. Yesus harus diposisikan sebagai Tuan, bukan sebagai pendamping belaka. Setelah itu, kita akan menjalani hidup sesuai kehendak-Nya dan hidup dalam kelimpahan kasih-Nya (Yoh 10:10b).
© Copyright Got Questions Ministries