www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah harapan umat Kristen?

Jawaban:
Banyak orang memahami harapan sebagai impian belaka, sama seperti ucapan "Saya berharap sesuatu terjadi." Akan tetapi ini bukan yang dimaksud Alkitab mengenai harapan. Definisi harapan yang Alkitabiah adalah "pengharapan yang pasti." Harapan adalah sebuah bagian dari kehidupan orang benar yang teramat penting (Amsal 23:18). Tanpa harapan, kehidupan kehilangan maknanya (Ratapan 3:18; Ayub 7:6) dan di dalam kematian pun tidak ada harapan (Yesaya 38:18; Ayub 17:15). Orang benar menaruh kepercayaan dan harapannya pada Allah sehingga ia akan dibantu (Mazmur 28:7), dan mereka tidak akan bingung, malu, atau kecewa (Yesaya 49:23). ORang benar, yang mempunyai harapan yang mempercayai Allah, mempunyai keyakinan bahwa Allah melindungi dan membantu (Yeremia 29:11) dan mereka bebas dari ketakutan dan kecemasan (Mazmur 46:2-3).

Ide harapan dalam Perjanjian Baru adalah kesadaran bahwa Kristus telah menggenapi janji Perjanjian Lama (Matius 12:21; 1 Petrus 1:3). Harapan Kristiani berakar dalam iman dalam kesalamatan illahi pada Kristus (Galatia 5:5). Harapan kaum Kristen diadakan oleh keberadaan Roh Kudus yang dijanjikan (Roma 8:24-25). Ialah harapan masa depan dimana orang mati dibangkitkan (Kisah 23:6), janji yang diberikan kepada Israel (Kisah 26:6-7), penebusan tubuh jasmani dan semua ciptaan (Roma 8:23-25), kemuliaan yang kekal (Kolose 1:27), kehidupan kekal dan warisan para orang saleh (Titus 3:5-7), kedatangan kembali Kristus (Titus 2:11-14), perubahan/transformasi menyerupai Kristus (1 Yohanes 3:2-3), keselamatan dari Allah (1 Timotius 4:10) atau sederhana saja, Kristus Sendiri (1 Timotius 1:1).

Kepastian akan masa depan yang penuh berkat ini dijamin oleh Roh Kudus yang mendiami kita (Roma 8:23-25), Kristus di dalam kita (Kolose 1:27), dan kebangkitan Kristus (Kisah 2:26). Harapan dihasilkan daya tahan melewati penderitaan (Roma 5:2-5) dan merupakan inspirasi supaya kita bertahan (1 Tesalonika 1:3; Ibrani 6:11). Mereka yang berharap pada Kristus akan melihatNya ditinggikan di dalam kehidupan maupun di dalam kematian (Filipi 1:20). Janji Allah yang dapat dipegang memberi kita harapan (Ibrani 6:18-19), dan kita dapat yakin pada harapan tersebut (Ibrani 3:6) dan menunjukkan keberanian dalam iman kita (2 Korintus 3:12). Sebagai kontras, mereka yang tidak percaya pada Allah dikatakan tidak mempunyai harapan (Efesus 2:12; 1 Tesalonika 4:13).

Bersama dengan iman dan kasih, harapan adalah kebajikan kehidupan Kristen yang bertahan (1 Korintus 13:13), dan kasih bertumbuh dari harapan tersebut (Kolose 1:4-5). Harapan menghasilkan sukacita dan damai di dalam orang percaya melalui kuasa Roh Kudus (Roma 12:12, 15:13). Paulus beranggap bahwa pemanggilannya menjadi seorang rasul berdasarkan harapan kemuliaan abadi (Titus 1:1-2). Harapan pada kedatangan kembali Kristus adalah dasar bagi orang percaya menguduskan dirinya pada kehidupan ini (Titus 2:11-14; 1 Yohanes 3:3).