www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apa yang Alkitab ajarkan tentang etnosentrisme?

Jawaban:
Etnosentrisme adalah kepercayaan bahwa suku seseorang lebih unggul dari suku lainnya, dan semua suku lain dinilai berdasarkan hubungannya dengan sukunya sendiri. Ialah kepercayaan yang menimbulkan kesombongan luar biasa serta ketidakpedulian terhadap orang lain. Karena ras seringkali berupa sebagai bagian dari etnisitas, sikap etnosentris juga berhubungan dengan rasisme - diskriminasi yang telah mencemari umat manusia sejak dahulu kala. Etnosentrisme yang mengarah pada pandangan rasis sangat dilarang di antara umat Allah. Sudut pandang semacam itu bertentangan dengan Alkitab dan tidak menyenangkan Allah.

Secara Alkitab, etnosentrisme adalah dosa. Segenap pria dan wanita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6), meskipun gambar tersebut telah dicemari oleh dosa. Allah tidak pilih kasih atau membeda-bedakan (Ulangan 10:17; Kisah 10:34). Yesus tidak menyerahkan nyawa-Nya bagi ras, kebudayaan, atau suku tertentu saja, melainkan oleh kematian-Nya Ia "telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa" (Wahyu 5:9). Alkitab mengajar bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan dunia, baik untuk orang Yahudi maupun orang non-Yahudi. Paulus menjelaskan ini dengan mengajar, "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus" (Galatia 3:28) dan "Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu" (Kolose 3:11).

Yesus telah melampaui semua pagar pemisah suku, kebudayaan, dan etnis melalui kematian-Nya di atas salib. Paulus berbicara tentang persatuan antara orang Yahudi dengan orang non-Yahudi di dalam Efesus 2:14: "Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan." Etnosentrisme, baik disebabkan oleh sejarah perseteruan, asumsi yang tak berdasar, atau keangkuhan duniawi, bertentangan dengan Firman Allah. Kita diperintah untuk saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi kita (Yohanes 13:34), dan perintah itu tentunya tidak menyisakan tempat bagi diskriminasi berdasarkan ras, etnisitas, atau kebudayaan.

© Copyright Got Questions Ministries