www.GotQuestions.org/Indonesia



Apakah yang dimaksud oleh epistemologi?

Jawaban:
Epistemologi adalah cabang dari filsafat yang menangani sifat dan lingkup pengetahuan. Epistemologi berusaha menjawab pertanyaan, “Apakah pengetahuan itu?” “Bagaimana pengetahuan diperoleh?” “Apa sebetulnya yang diketahui manusia?” “Bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui?” “Mengapa kita mengetahui apa yang kita ketahui?”

Epistemologi dibagi menjadi beberapa bagian yang berbeda, pengetahuan pernyataan atau teori, pengetahuan cara, dan pengetahuan pribadi. Di dalam matematika, sudah diketahui bahwa 1+1=2, namun adapula pengetahuan tentang cara melakukan penambahan. Pengetahuan pribadi diperoleh melalui pengalaman. Sebagai contoh, pengetahuan teori tentang ilmu fisika yang terlibat dalam menyeimbangkan diri di saat bersepeda tidak dapat menggantikan pengetahuan praktis atau pribadi yang diperoleh ketika berlatih bersepeda.

Epistemologi juga mencakup pernyataan tentang kepercayaan. Pengetahuan mencakup kepercayaan, dan pernyataan tentang kepercayaan tidak boleh berlawanan dengan pengetahuan seseorang. Sebaliknya, pengetahuan tentang kepercayaan bukan berarti kita mengakui kebenarannya. Sebagai contoh, “Saya tahu tentang agama x, tetapi saya tidak mempercayainya,” merupakan pernyataan yang logis.

Kepercayaan sendiri dianggap sebagai sesuatu yang subyektif, sedangkan kebenaran dianggap sebagai realita obyektif, mandiri dari kepercayaan atau pengalaman individu. Meskipun seseorang “percaya” bahwa ateisme itu benar, keberpihakan itu tidak mempengaruhi kebenaran ateisme. Kebenaran itu mandiri dan melampaui kepercayaan dan opini manusia tentang realita.

Apakah dasar dari epistemologi? Sains dan penalaran deduktif, yang melalui keduanya pengetahuan dapat diperoleh, mensyaratkan bahwa alam semesta bersifat logis dan teratur, dan menaati hukum matematika secara konsisten di segala tempat dan waktu. Meskipun kondisi di berbagai belahan luar angkasa sangat berbeda, namun pada latar belakangnya ada suatu kesamaan.

Umat Kristen – yang mempercayai adanya realita yang disebabkan / diciptakan oleh sosok yang transenden – mengharapkan adanya aturan pada alam semesta. Karena Alkitab mengajar bahwa Allah menopang segala sesuatu melalui kuasa-Nya (Ibrani 1:3), umat Kristen menduga alam semesta akan ada dalam keadaan teratur dan logis. Karena Allah Maha-Ada dan konsisten dalam DiriNya, umat Kristen menduga setiap wilayah alam semesta wajib mengikuti hukum yang sama, meskipun kondisi di tiap wilayah alam semesta berbeda satu sama lain.

Allah berada di luar batasan waktu (2 Petrus 3:8). Jadi, meskipun keadaan di masa lampau berbeda dari keadaan saat ini, hukum alam tidak berubah begitu saja. Umat Kristen memiliki dasar dalam berasumsi bahwa alam semesta ditopang dengan cara yang konsisten, sehingga memiliki dasar untuk memperoleh pengetahuan.

© Copyright Got Questions Ministries