www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah artinya bahwa Yesus Kristus adalah batu penjuru?

Jawaban:
Pada pola pembangunan kuno, batu penjuru adalah batu utama yang ditempatkan di pojok sebuah gedung. Batu penjuru biasanya merupakan salah satu batu yang terbesar, yang paling kokoh, dan yang paling akurat daripada bangunan lain. Alkitab menggambarkan Yesus sebagai Batu Penjuru yang di atasnya gerejaNya akan berdiri. Ia adalah pondasinya. Ketika batu penjuru telah diletakkan, batu itu akan menjadi dasar bagi pengukuran lainnya dalam kontruksi gedung itu; semuanya disejajarkan kepadanya. Sebagai batu penjuru gereja, Yesus adalah tolak ukur keselarasan kita.

Kitab Yesaya mengandung banyak referensi mengenai kedatangan Sang Mesias. Di berbagai bagian Ia dirujuk sebagai "Sang Batu Penjuru," sebagai contoh saja di Yesaya 28:16-17: "Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: 'Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian.'" Pada bagian ini Allah sedang berbicara kepada penduduk Yehuda yang pencemooh dan sombong, dan Ia berjanjia mengutus sang Batu Penjuru — AnakNya — yang akan menjadi dasar yang kokoh bagi kehidupan mereka, hanya saja bila mereka mempercayaiNya.

Di dalam Perjanjian Baru perumpamaan batu penjuru terus dipakai. Rasul Paulus menginginkan supaya jemaat Kristen Efesus mengenal Kristus dengan lebih baik: "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan" (Efesus 2:19-21). Lebih dari itu, di dalam 1 Petrus 2:6, apa yang disebutkan nabi Yesaya berabad-abad sebelumnya dibenarkan dengan kata-kata yang serupa pula.

Petrus mengajar bahwa Yesus, Batu Penjuru kita, telah "dipilih dan dihormat di hadirat Allah" (1 Petrus 2:4). Sang Batu Penjuru dapat diandalkan, dan "siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan" (ayat 6).

Sayangnya, tidak semua orang ingin menyelaraskan diri pada sang Batu Penjuru. Ada yang menerima Kristus; adapula yang menolak Dia. Yesus adalah "Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan" (Markus 12:10; baca juga Mazmur 118:22). Ketika berita tentang kehadiran Mesias diketahui oleh orang majus dari Timur, mereka datang dengan membawa emas, kemenyan, dan mur. Namun ketika berita yang sama didengar oleh Raja Herodes di Yerusalem, ia bertekad membunuh-Nya. Sejak awal mulanya, Yesus adalah "batu yang membuat orang tersandung, batu yang membuat mereka jatuh" (1 Petrus 2:8, versi BIS).

Mengapa ada mereka yang menolak Batu Penjuru yang telah dipilih Allah? Pada dasarnya, mereka ingin mendirikan bangunan lain daripada yang dirancang Allah. Sama-halnya dengan penduduk Babel yang memberontak melawan Allah dan mengupayakan proyek pribadi mereka, semua yang menolak Kristus sedang mengabaikan rencana Allah dan memperjuangkan rencana mereka sendiri. Hukuman telah dijanjikan bagi barangsiapa yang menolak Kristus: "Orang yang jatuh pada batu itu, akan hancur; dan orang yang ditimpa batu itu, akan tergilas menjadi debu" (Matius 21:44).

© Copyright Got Questions Ministries