www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Bagaimana saya dapat merubah bayangan saya tentang Allah yang ngeri dan pemaksa?

Jawaban:
Kita perlu mempertimbangkan sebuah pernyataan Alkitab yang begitu dalam: "Allah adalah kasih" (1 Yohanes 4:8). Tidak ada pernyataan yang lebih penting daripada ini - Allah adalah kasih. Ini adalah pernyataan yang sangat dalam. Allah bukan hanya mengasihi; Ia adalah kasih. Khodrat dan esensinya adalah kasih. Keadaannya penuh dengan kasih dan meresapi semua sifatnya yang lain, termasuk murka dan amarah-Nya. Ketika kita mengamati murka Allah, adalah membantu jika kita mengingat bahwa murka-Nya telah disaring oleh kasih-Nya yang amat besar.

Adalah penting dimengerti pula bahwa Allah tidak marah dengan anak-anakNya, yang telah datang pada Kristus dalam iman supaya diampuni dosanya. Seluruh murka-Nya tercurah di atas Anak-Nya di atas kayu salib, dan Ia tidak lagi murka dengan mereka yang telah ditebus oleh Kristus. Alkitab memberitahu bahwa "Allah adalah hakim yang adil, yang setiap saat menghukum orang jahat" (Mazmur 7:11; versi BIS), tetapi mereka yang berada di dalam Kristus tidak termasuk dalam kategori "orang jahat." Kita sempurna dalam pandangan Allah, karena ketika Ia melihat kita, Ia sedang menatap Yesus. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2 Korintus 5:21). Seluruh murka Allah terhadap dosa kita telah dicurahkan pada Yesus di atas kayu salib, dan secara sederhana Ia tidak akan marah pada kita lagi jika kita telah beriman pada Kristus. Allah telah melakukan hal ini berdasarkan kasih-Nya yang besar pada mereka kepunyaan-Nya.

Fakta bahwa Allah adalah kasih tidak membatalkan syarat kudus-Nya akan kesempurnaan. Akan tetapi, karena kasih-Nya, Ia mengutus Kristus untuk mati di atas kayu salib bagi kita, dan tindakan ini memuaskan syarat kesempurnaan Allah. Karena Ia mengasihi, Allah menyediakan cara supaya manusia tidak lagi terpisah dari-Nya oleh karena dosa, melainkan dapat berhubungan kembali dengan-Nya sebagai bagian dari keluarga Allah, melalui karya Kristus di atas kayu salib yang telah selesai (Yohanes 1:12; 5:24).

Jadi, dengan mengetahui ini, jika kita masih merasa Allah marah dan ngeri, mungkin sekali kita belum yakin akan hubungan kita dengan-Nya. Alkitab menyarankan "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji" (2 Korintus 13:5). Jika kita meragukan apakah kita benar-benar merupakan milik Kristus, kita hanya perlu bertobat dan meminta-Nya menyelamatkan kita. Ia akan mengampuni dosa kita dan memberi Roh Kudus-Nya yang akan hidup berdiam dalam hati kita dan meyakinkan kita bahwa kita benar anak-Nya. Ketika kita mendapatkan kepastian itu, kita dapat mendekat kepada-Nya dengan membaca dan mempelajari FirmanNya dan meminta supaya Ia mengungkapkan DiriNya pada kita dengan sejati. Allah mengasihi setiap kita dan ingin mengenal kita dalam hubungan pribadi. Ia memberi janji-Nya, bahwa jika kita mencari-Nya dengan sepenuh hati, kita akan menemukan Dia (Yeremia 29:13). Dan pada saat itu kita akan benar-benar mengenal Dia, tidak sebagai sosok yang pemarah atau pemaksa, melainkan sebagai Bapa yang mengasihi dan berbelas kasih.