www.GotQuestions.org/Indonesia



Pertanyaan: Apakah Allah dapat menciptakan batu yang terlalu berat untuk diangkat oleh-Nya?

Jawaban:
Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh kalangan yang skeptis terhadap Allah, Alkitab, dan agama Kristen. Jika Aallah dapat menciptakan batu yang tak bisa Ia angkat, maka Allah bukanlah mahakuasa. Jika Allah tidak dapat menciptakan batu yang mustahil Ia angkat, maka Allah bukan mahakuasa. Menurut argumen ini, kemahakuasaan melawan sifatnya sendiri. Allah karena itu, Allah tidak mungkin mahakuasa. Jadi, bagi pertanyaan apakah Allah dapat menciptakan batu yang terlalu berat untuk Ia angkat, jawabannya adalah "tidak." Namun penjelasannya jauh lebih penting dibanding jawabannya…

Pertanyaan ini berdasar pada asumsi keliru tentang makna istilah "mahakuasa." Istilah ini bukan berarti Allah dapat melakukan segala sesuatu. Sebaliknya, makna yang terkandung adalah jumlah atau takaran kuasa Allah. Kuasa adalah kemampuan merubah – kemampuan melakukan sesuatu. Allah (yang tak terbatas), mempunyai kuasa yang tak terbatas, dan Alkitab membenarkan hal ini (Ayub 11:7-11, 37:23; 2 Korintus 6:18; Wahyu 4:8, dst). Oleh karena itu, Allah dapat melakukan apapun yang mungkin dilakukan. Namun, Allah tidak melakukan hal yang tidak mungkin. Kemustahilan ini bukan disebabkan oleh kekurangan kuasa, melainkan karena ketidakmungkinan hal itu terjadi. Penambahan kuasa tidak membuat skenario mungkin terjadi. Jadi, kecuali dalam konteksnya (contoh: Matius 19:26 dimana kuasa manusia dibandingkan dengan kuasa Allah), kemustahilan adalah sesuatu yang tidak mungkin, baik Allah terlibat atau tidak.

Dengan demikian bagian pertama dari pertanyaan ini berbasis pada ide yang keliru – bahwa kemahakuasaan Allah berarti Ia dapat melakukan segala sesuatu. Alkitab sendiri mendaftarkan hal yang tidak mungkin Allah lakukan – seperti berdusta atau menyangkal DiriNya (Ibrani 6:18; 2 Tmotius 2:13; Titus 1:2). Alasan mengapa Ia tak dapat melakukan hal-hal ini adalah karena sifat-Nya dan sifat realita itu sendiri. Allah tidak dapat melakukan hal yang tak mungkin dilakukan, seperti segitiga dengan hanya dua garis lurus atau bujangan yang menikah. Menurut realitas, hal yang merupakan kontradiksi tidak mungkin dilakukan. Jika demikian, bagaimana dengan kasus sebuah batu? Sebuah batu ukuran besarnya harus tak terhingga supaya tidak dapat diangkat oleh daya angkat yang tak terhingga. Tapi, sebuah batu yang beratnya tak terhingga adalah kontradiksi karena bahan materi tidak mungkin tak terhingga. Hanya Allah saja yang tak terhingga. Keadaan dua obyek yang tak terhingga adalah hal yang tidak mungkin. Pertanyaan ini sebetulnya menanyakan apakah Allah dapat menciptakan kontradiksi – yang tentunya tidak mungkin terjadi.