www.GotQuestions.org/Indonesia



Apakah Alkitab menyebutkan tentang skizofrenia?

Jawaban:
Skizofrenia tidak disebutkan secara eksplisit dalam Alkitab. Skizofrenia adalah gangguan psikologis yang paling sering ditandai dengan mendengar suara-suara dan mengalami halusinasi, delusi, pemikiran tidak teratur, dan terkadang paranoia. Skizofrenia sering disalahartikan sebagai gangguan kepribadian ganda, namun skizofrenia tidak dikaitkan dengan gangguan identitas disosiatif. Gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga parah dan kronis. Dalam sebagian besar kasus, penyakit ini merupakan penyakit yang melemahkan dan menyebabkan terganggunya kualitas hidup dan kemampuan seseorang untuk berfungsi. Hal ini dianggap sebagai gangguan psikotik dalam bidang kesehatan mental dan biasanya diobati dengan obat psikotropika. Penyebab pasti skizofrenia belum diketahui, karena belum ada tes fisik yang dapat mengetahui sumber masalahnya. Manifestasi perilaku adalah kriteria utama diagnosis. Spekulasi tentang penyebab skizofrenia telah menimbulkan perdebatan mengenai bagaimana orang Kristen seharusnya memandang gangguan ini berdasarkan kebenaran Alkitab.

Penelitian medis berteori bahwa ada kondisi di otak yang menyebabkan skizofrenia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kelainan yang mirip dengan penyakit Alzheimer atau demensia. Penyebab permasalahan ini masih belum diketahui; hal ini bisa jadi disebabkan oleh kelainan tersebut dan bukan karena faktor pemicu lainnya. Namun, secara teori faktor genetika berperan aktif. Variabel lainnya adalah penyalahgunaan narkoba. Banyak obat-obatan terlarang menghasilkan gejala yang sama seperti skizofrenia. Ada kemungkinan obat-obatan ini meninggalkan disfungsi otak permanen dan menyebabkan masalah dalam berpikir dan persepsi.

Ada juga yang percaya bahwa skizofrenia bersifat spiritual, seperti kerasukan setan. Gagasan ini berasal dari kisah Alkitab tentang orang-orang yang gejalanya mirip dengan skizofrenia. Walaupun kerasukan setan mungkin terjadi pada beberapa kasus, kemungkinan besar hal tersebut bukanlah penyebab sebagian besar kasus. Penderita skizofrenia tidak bereaksi terhadap nama Yesus, dan mereka juga tidak memiliki pengetahuan supranatural. Selain itu, ketika kisah-kisah Alkitab dibandingkan dengan kasus-kasus skizofrenia, gejala-gejalanya tidak terlihat sama (lihat Lukas 4:41).

Seperti halnya masalah kesehatan mental lainnya, skizofrenia mungkin memiliki beberapa penyebab yang unik pada setiap orang. Meski gejalanya mungkin sama, namun penyebabnya bisa berbeda. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengelompokkan orang-orang dengan diagnosis tersebut ke dalam kategori masalah “spiritual” atau “jasmani”.

Orang-orang beriman hendaknya dipenuhi rasa belas kasihan terhadap mereka yang menderita skizofrenia. Kita bisa menganggapnya sebagai penjara pikiran. Penderita skizofrenia dan keluarga mereka biasanya kurang mendapat dukungan baik dari komunitas Kristen maupun medis karena keduanya tidak memiliki semua jawaban. Gereja harus melayani semua orang, termasuk penderita skizofrenia dan keluarganya. Mereka yang bergumul dengan penyakit mental harus dianggap sebagai bagian dari ladang misi. Mereka membutuhkan Injil untuk membantu mereka memahami peran Tuhan dan bahwa ada harapan di dalam Yesus.

Meskipun Alkitab tidak secara spesifik membahas masalah otak atau psikologis, Alkitab merujuk pada kesembuhan orang dari segala jenis penyakit. Tuhan bekerja tidak hanya melalui mukjizat, tetapi juga melalui pengobatan, pembedahan, konseling, dan perubahan lingkungan. Dia tidak ingin seorang pun tetap berada dalam penderitaan tanpa harapan, dan Dia memanggil semua orang untuk datang kepada-Nya dengan membawa beban masing-masing untuk mendapatkan kehidupan (Matius 11:28-30). Tuhan juga memanggil anak-anak-Nya untuk menyampaikan kasih dan Injil kepada mereka yang terluka, khususnya mereka yang paling rentan (Yakobus 2:1-4). Alkitab mengatakan siapa pun yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan (Roma 10:13). Mereka yang menderita skizofrenia dapat memiliki pengharapan kepada Yesus untuk hidup lebih berkelimpahan (Yohanes 10:9-11). Tuhan dapat menggunakan segala sesuatu untuk kebaikan mereka.

© Copyright Got Questions Ministries