settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu Pengakuan Iman New Hampshire?

Cetak
Jawaban


Pengakuan Iman New Hampshire (New Hampshire Confession of Faith: NHCF) adalah pernyataan iman yang mencerminkan doktrin-doktrin Baptis. Pada tahun 1833, gereja-gereja Baptis di New England mencari ringkasan yang jelas dan ringkas mengenai doktrin mereka. Mereka juga ingin agar pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan yang mereka anut, yang berbeda dari pengakuan iman Baptis sebelumnya. Penyusunan NHCF memenuhi kebutuhan ini dengan mencakup pasal-pasal iman penting mengenai Alkitab, pribadi dan karya Yesus Kristus, keselamatan, gereja, dan baptisan. Pengakuan iman ini menyatukan gereja-gereja Baptis di wilayah tersebut dan pada akhirnya memengaruhi jemaat-jemaat di wilayah lain serta menjadi pedoman bagi pengakuan iman-pengakuan iman selanjutnya.

Pengakuan Iman New Hampshire ditulis dan diadopsi pada masa perubahan di kalangan Baptis di Amerika. Banyak gereja dalam tradisi tersebut menghargai pengakuan iman historis seperti Pengakuan Iman Baptis London Kedua (Second London Baptist Confession: SLBC) tahun 1689. Namun, mereka menginginkan pernyataan baru yang lebih ringkas dan mencerminkan keyakinan mereka sendiri. John Newton Brown (1803—1868), seorang pendeta Baptis, bekerja sama dengan para pemimpin Baptis lainnya di New England untuk menyusun NHCF sebagai wujud pandangan gereja-gereja mereka. Tujuan mereka adalah menyediakan panduan bagi doktrin dan praktik yang dapat diakui oleh jemaat-jemaat Baptis.

Salah satu alasan utama penulisan NHCF adalah bahwa pengakuan iman Baptis sebelumnya, terutama SLBC dan adaptasi-adaptasinya di Amerika, menguraikan keyakinan-keyakinan Calvinistik secara sangat rinci. Misalnya, rumusan mereka mengenai penebusan—yang sering dipahami dalam istilah-istilah Calvinistik yang eksplisit—mengungkapkan keyakinan yang tidak dianut oleh banyak gereja Baptis di New England. Karena alasan ini, NHCF menggunakan bahasa yang lebih luas dan moderat sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan Baptis.

Sebagai contoh, dalam Bab III, Paragraf 6, Pengakuan Iman Baptis London Kedua berbunyi, “Sebagaimana Allah telah menetapkan orang-orang pilihan untuk menerima kemuliaan, demikian pula Dia telah menetapkan sebelumnya segala sarana untuk mencapainya melalui kehendak-Nya yang kekal dan sepenuhnya bebas.” Ini berarti bahwa Allah akan menentukan siapa yang menerima keselamatan dan bagaimana caranya. Contoh lain terdapat dalam Bab VIII, Paragraf 5 Pengakuan Iman Baptis London Kedua (SLBC), yang menyatakan bahwa Yesus telah menebus “semua orang yang telah diberikan Bapa kepada-Nya”—penggunaan kata-kata yang membatasi maksud penyelamatan dari kematian Kristus hanya bagi orang-orang pilihan.

Sebaliknya, Pengakuan Iman New Hampshire tidak mencerminkan pandangan yang terbatas mengenai penebusan. Ringkasannya lebih luas dan menekankan bahwa berkat-berkat keselamatan “dibuka bagi semua orang melalui Injil; bahwa merupakan kewajiban langsung bagi semua orang untuk menerimanya dengan iman yang tulus, penuh penyesalan, dan taat; dan bahwa tidak ada yang menghalangi keselamatan orang berdosa terbesar di bumi kecuali penolakannya sendiri secara sukarela untuk tunduk kepada Tuhan Yesus Kristus” (Bab VI). Pengakuan Iman ini juga mengajarkan penawaran keselamatan yang universal tanpa menentukan sejauh mana penebusan itu berlaku. Rumusan ini memudahkan gereja-gereja dengan pandangan yang berbeda untuk mengadopsi NHCF. Secara khusus, hal ini memungkinkan gereja-gereja yang tidak menganut Calvinisme untuk menggunakannya.

Setelah diterbitkan, Pengakuan Iman New Hampshire digunakan secara luas di gereja-gereja Baptis. Para pendeta menggunakannya untuk mendidik orang-orang percaya baru dan melindungi gereja-gereja mereka dari ajaran sesat. Rumusan yang cermat dalam pengakuan iman ini menegaskan keyakinan Kristen historis, mencerminkan keyakinan Baptis mengenai kehidupan gereja, dan membantu menyatukan jemaat-jemaat yang berbeda pendapat mengenai isu-isu sekunder. Pengakuan iman ini menjadi landasan bagi pernyataan doktrinal Baptis selanjutnya, termasuk “Baptist Faith and Message” (Iman dan Pernyataan Keyakinan Baptis) dari Southern Baptist Convention.

Pengakuan Iman New Hampshire tetap relevan hingga saat ini karena ajarannya masih membimbing dan memengaruhi gereja-gereja Baptis. Para pendeta terus mengandalkan dokumen ini ketika mendidik jemaat mengenai kebenaran-kebenaran inti iman Kristen. Gereja-gereja juga menggunakannya untuk menilai tren dan gagasan terkini, serta mengevaluasinya berdasarkan Kitab Suci. Pengakuan iman ini mengingatkan jemaat bahwa doktrin membentuk kehidupan Kristen dan bahwa keyakinan yang dinyatakan dengan jelas memperkuat gereja.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu Pengakuan Iman New Hampshire?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries