Pertanyaan
Siapakah Onesiforus dalam Alkitab?
Jawaban
Nama Onesiforus mungkin tidak sepopuler nama-nama Alkitab lainnya seperti Matius, Markus, dan Maria, tetapi hal itu bukan karena nama tersebut memiliki konotasi negatif. Kemungkinan besar, hal itu disebabkan oleh pengucapan lima suku kata atau kesulitan dalam mengeja namanya. Onesiforus adalah sahabat pribadi Paulus dan merupakan berkat yang besar baginya. Onesiforus hidup sesuai dengan namanya, yang berarti “membawa keuntungan.”
Onesiforus hanya disebutkan dua kali dalam Alkitab, keduanya dalam surat 2 Timotius. Di awal surat tersebut, Paulus menulis doa berkat bagi Onesiforus: “Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku” (2 Timotius 1:16–18). Di akhir suratnya, Paulus mengirimkan salam kepada “keluarga Onesiforus” (2 Timotius 4:19).
Kedua ayat ini menyampaikan semua yang kita ketahui tentang latar belakang Onesiforus: 1) ia berasal dari Efesus, tempat Paulus mendirikan sebuah jemaat (Kisah Para Rasul 19:1–10); 2) seluruh keluarganya adalah orang percaya; dan 3) di Efesus, ia telah membantu Paulus dengan “betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan.”
Paulus menulis 2 Timotius dari sel penjara di Roma. Itu adalah masa yang sulit bagi sang rasul, yang semakin berat karena beberapa teman terpercaya meninggalkannya di saat ia membutuhkan. “Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes” (2 Timotius 1:15). Berbeda jauh dengan para pengkhianat itu, Onesiforus tetap setia mendampingi Paulus dalam suka dan duka. Bahkan, Onesiforus rela bersusah payah mencari Paulus dan mengunjunginya di penjara. Dengan melakukan itu, Onesiforus menunjukkan keberanian yang besar—karena pada masa itu, menjadi seorang Kristen di Roma adalah hal yang berbahaya—serta belas kasihan kepada sang rasul.
Mungkin, Onesiforus merasa bahwa ia berhutang budi besar kepada Paulus. Jemaat di Efesus adalah hasil dari perjalanan misionaris Paulus yang ketiga. Jika bukan karena kesetiaan Paulus dalam memberitakan Firman Allah, Onesiforus tidak akan pernah mendengar Injil. Sebagai ungkapan syukur kepada orang yang pertama kali memberitahukan tentang Kristus kepadanya, Onesiforus bertekad untuk menjadi berkat bagi Paulus. Ia “berulang-ulang menyegarkan hati” misionaris yang dipenjara itu dan tidak pernah segan dikenal sebagai teman seorang narapidana. Berkat fisik atau emosional apa pun yang dapat diberikan Onesiforus tetap jauh lebih kecil daripada berkat rohani yang telah ia terima melalui sang rasul.
Karena belas kasihan yang ditunjukkan Onesiforus, Paulus berdoa agar belas kasihan juga ditunjukkan kepadanya. Doa Paulus tidak diragukan lagi didasarkan pada janji Yesus dalam Matius 5:7, “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”
English
Siapakah Onesiforus dalam Alkitab?