settings icon
share icon
Pertanyaan

Mengapa semua orang Kristen tidak bisa sepakat menggunakan satu Alkitab?

Jawaban


Ada banyak versi Alkitab yang berbeda—dengan terjemahan baru yang terus bermunculan—dan terkadang sulit bagi umat Kristen untuk sepakat tentang mana yang terbaik untuk digunakan. Gereja-gereja yang berbeda merekomendasikan terjemahan yang berbeda, dan banyak jemaat gereja hanya mengikuti versi yang dibacakan di mimbar. Kabar baiknya adalah umat Kristen tidak perlu sepakat tentang satu terjemahan Alkitab.

Pertama, karena hambatan bahasa, tidak mungkin bagi semua orang Kristen di seluruh dunia untuk sepakat menggunakan satu Alkitab. Jika kita semua sepakat bahwa terjemahan KJV (misalnya) adalah Alkitab yang benar, lalu apa yang harus dibaca oleh orang Kristen yang berbahasa Spanyol atau Prancis? Tidak ada yang namanya King James Rusia atau King James Papiamento. Terjemahan non-Inggris harus dibuat, dan terjemahan bahasa Inggris tidak lebih "terinspirasi" daripada terjemahan dalam, misalnya, bahasa Urdu.

Namun, jika kita membatasi pertimbangan kita pada terjemahan bahasa Inggris saja, umat Kristen tetap tidak perlu sepakat pada satu Alkitab. Ada beberapa alasan mengapa berbagai terjemahan Alkitab baik dan bahkan diperlukan:

1) Bahasa berubah seiring waktu, dan kata-kata serta ejaan menjadi usang. Orang Kristen di abad ke-21 tidak perlu setuju dengan ejaan abad ke-14. Misalnya, pertimbangkan Yohanes 3:16 dalam terjemahan bahasa Inggris pertama yang pernah dibuat, versi abad ke-14 karya John Wyclif:

“For God louede so the world, that he yaf his 'oon bigetun sone, that ech man that bileueth in him perische not, but haue euerlastynge lijf.”

(Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Dan berikut adalah ayat yang sama dalam terjemahan KJV tahun 1611:

“For God so loued þe world, that he gaue his only begotten Sonne: that whosoeuer beleeueth in him, should not perish, but haue euerlasting life.”

(Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal: supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Jelas, terjemahan-terjemahan ini (yang diperlukan pada zamannya) perlu diganti dengan terjemahan yang mencerminkan ejaan kontemporer.

2) Orang Kristen tidak perlu sepakat pada satu versi Alkitab karena hanya naskah asli Kitab Suci yang diilhamkan. Kata-kata yang ditulis Yosua dalam Kitab Hukum Allah (Yosua 24:26) diilhamkan oleh Allah. Setiap terjemahan kata-kata tersebut sejak saat itu melibatkan tingkat interpretasi manusia—itulah sifat dari menerjemahkan. Misalnya, kata Ibrani yang ditulis Yosua mengenai dewa-dewa palsu adalah nekar dalam Yosua 24:23. Kata yang diilhamkan itu dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “aneh,” “asing,” atau “alien,” atau dewa-dewa yang dimaksud dapat disebut “berhala.” Itu terserah pada penerjemah, tetapi arti dasarnya tidak berubah. Terjemahan bahasa Inggris bukanlah yang diilhamkan, seperti yang disetujui kebanyakan orang Kristen.

3) Orang Kristen tidak perlu sepakat pada satu versi Alkitab karena kesepakatan semacam itu cenderung memupuk otokrasi dan absolutisme. Adanya terjemahan yang berbeda mencegah kelompok atau gereja mana pun mengatakan, "Hanya terjemahan kami yang suci. Kami adalah satu-satunya yang memiliki Firman Allah." Hal ini sebenarnya terjadi pada Abad Pertengahan. Gereja Katolik Roma (dan kemudian Gereja Anglikan) memegang kendali atas semua salinan Alkitab (dalam bahasa Latin, yang kebanyakan orang tidak bisa baca), dan mereka melarang siapa pun membuat salinan atau membacanya sendiri. Alkitab dalam bahasa lokal dilarang. Beruntung, Reformasi mengubah semua itu: Luther membuat terjemahan Jerman, dan Tyndale terjemahan Inggris, dan sisanya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah.

4) Orang Kristen tidak perlu setuju pada satu versi Alkitab karena memiliki terjemahan yang berbeda memungkinkan lebih banyak orang mengakses Firman Allah. Berbagai versi Alkitab ditulis pada tingkat kemudahan dibaca (tingkat keterbacaan) yang berbeda. Terjemahan KJV, misalnya, memiliki tingkat keterbacaan sekitar kelas 12. NKJV memiliki tingkat bacaan sekitar kelas 7. NCV memiliki tingkat bacaan sekitar kelas 3. ERV (Easy-to-Read Version/ Versi Mudah Dibaca) lebih cocok untuk orang yang baru belajar bahasa Inggris. Yohanes 3:16 dalam ERV berbunyi, “Yes, God loved the world so much that he gave his only Son, so that everyone who believes in him would not be lost but have eternal life.” (Ya, Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal). Jika semua orang Kristen sepakat menggunakan Alkitab NIV, misalnya, orang dengan tingkat kemampuan membaca di bawah SMP akan kesulitan membaca Firman Allah.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua terjemahan sama-sama setia pada teks asli: beberapa mengambil pendekatan yang lebih literal, dan beberapa mengambil pendekatan yang lebih dinamis. Namun, semua terjemahan Alkitab yang baik berusaha sebaik mungkin untuk tetap setia pada teks asli Yunani dan Ibrani serta menyampaikan Firman Allah dengan akurat.

Pada akhirnya, kesepakatan pada satu terjemahan tertentu tidaklah begitu krusial. Sebagian besar perbedaan cukup minor. Misalnya, Markus 3:5 berbunyi seperti ini dalam empat terjemahan bahasa Inggris populer:

“Dia memandang mereka dengan marah dan, sangat sedih karena ketegaran hati mereka . . .” (NIV).

“Dan Ia memandang mereka dengan marah, sedih karena ketegaran hati mereka . . .” (ESV).

“Dan ketika Ia memandang sekeliling kepada mereka dengan marah, Ia sedih karena ketegaran hati mereka . . .” (KJV).

“Setelah memandang sekeliling kepada mereka dengan amarah, Ia sedih karena ketegaran hati mereka . . .” (NASB).

Ada perbedaan kata-kata, tetapi semuanya menyebutkan pandangan Yesus, kemarahan-Nya, kesedihan-Nya, dan hati yang keras dari orang-orang saat itu. Apa gunanya dalam mempromosikan salah satu terjemahan dan mengesampingkan terjemahan yang lain?

Perbedaan di antara terjemahan-terjemahan yang baik bukanlah perbedaan dalam doktrin. Baik kita membaca terjemahan KJV, NIV, NAS, ESV, atau ERV, Yesus tetaplah Tuhan dan Juruselamat satu-satunya, dan keselamatan tetap datang oleh anugerah melalui iman.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Mengapa semua orang Kristen tidak bisa sepakat menggunakan satu Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries