Pertanyaan
Apa itu Kebangunan Rohani Besar Pertama? Apa itu Kebangunan Rohani Besar Kedua?
Jawaban
Kebangunan Rohani Besar Pertama (sekitar 1735-1743) dan Kebangunan Rohani Besar Kedua (sekitar 1795-1830) memiliki makna teologis yang penting karena keduanya membantu membentuk pemikiran Kristen melalui gerakan Kebangunan Rohani yang intens. Masing-masing gerakan memiliki tokoh-tokoh yang terkenal dalam sejarah, dengan Jonathan Edwards dan George Whitefield sebagai dua nama terkemuka dalam Kebangunan Rohani Besar Pertama (yang dicirikan oleh aliran Calvinis), serta Nathaniel Taylor dan Charles Finney dalam Kebangunan Rohani Besar Kedua (yang jauh lebih sedikit dipengaruhi aliran Calvinis dan lebih selaras dengan keyakinan Arminian yang dianut banyak orang di Amerika Serikat yang baru terbentuk).
Whitefield dan Edwards meyakini bahwa gereja-gereja harus diorganisasikan sedemikian rupa sehingga sepenuhnya terpisah dari pemerintahan New England. Mereka mengkhotbahkan bahwa keselamatan semata-mata berasal dari Allah dan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan apa pun untuk mencapai keselamatan; keselamatan itu hanya datang sebagai hasil dari panggilan penyelamatan Allah. Dengan kata lain, “kebenaran” manusia tidak akan menyelamatkannya, tidak peduli seberapa banyak perbuatan baik yang telah dilakukannya. Selain itu, doktrin predestinasi dan pemilihan (Roma 8:28-30) secara rutin dikemukakan, yang membuat banyak orang kesal sekaligus menarik banyak orang lainnya, karena ketetapan Allah sejak kekekalan masa lalu mengenai siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang tidak merupakan konsep yang menggugah bagi mereka. Pemaparan Edwards mengenai kebenaran-kebenaran alkitabiah, sebagaimana ia memahaminya, menjadi warisan teologis yang paling bertahan lama dari Kebangunan Rohani Besar Pertama.
Kebangunan Rohani Kedua menarik banyak perhatian karena dukungannya terhadap tema-tema teologis penting seperti keselamatan dan peran gereja dalam masyarakat. Nathaniel Taylor menjauh dari keyakinan Whitefield dan Edwards, dengan berpendapat bahwa manusia memiliki “kekuatan untuk bertindak sebaliknya” ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan moral, yang memperkuat keyakinan bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan oleh karena itu memang berperan dalam keselamatannya sendiri.
Pada saat yang sama, “perkumpulan sukarela” bermunculan, yang terpisah dari denominasi gereja; perkumpulan-perkumpulan ini dibentuk untuk membantu menyebarkan kekristenan dan mereformasi Amerika. Keberhasilan mereka menggerakkan banyak orang untuk melakukan banyak pelayanan luar biasa. Hal ini pada gilirannya menciptakan suasana yang membuat banyak orang meyakini bahwa akhir zaman sudah dekat, yang memicu lebih banyak lagi perbuatan baik dan seolah-olah semakin mengukuhkan konsep perkumpulan-perkumpulan tersebut.
Singkatnya, Kebangunan Rohani Besar Pertama mendorong kebangkitan kembali paham Calvinisme, yang sebagian besar berkat khotbah dan pengajaran Jonathan Edwards. Kebangunan Rohani Besar Kedua ditandai oleh penekanannya pada paham Arminianisme, alih-alih Calvinisme, serta dukungannya terhadap teologi yang bersifat kebangunan rohani dan demokratis; hal-hal ini dipandang sebagai unsur penting dalam pembentukan Protestantisme Amerika. Sejak masa itu, kedua peristiwa kebangunan rohani tersebut telah memberikan warisan yang langgeng bagi gerakan evangelikal modern.
English
Apa itu Kebangunan Rohani Besar Pertama? Apa itu Kebangunan Rohani Besar Kedua?