settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Gomer dalam Alkitab?

Cetak
Jawaban


Gomer dalam Alkitab adalah istri nabi Hosea yang tidak setia. Tuhan menggunakan hubungan Hosea dan Gomer sebagai perumpamaan untuk menunjukkan bagaimana Israel telah berdosa terhadap-Nya dengan menyembah dewa-dewa lain, serta bagaimana Allah tetap setia meskipun umat-Nya tidak.

Tuhan memberi Hosea perintah yang tidak biasa: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN” (Hosea 1:2). Hosea menaati perintah itu dengan menikahi Gomer, dan pasangan itu memiliki dua putra dan seorang putri (ayat 3–8). Beberapa pengkhotbah berpendapat bahwa Gomer adalah seorang pelacur atau bahwa ia telah bersalah karena dosa seksual berulang kali sebelum menikah dengan Hosea. Yang lain berpendapat bahwa gambaran Allah tentang Gomer sebagai “perempuan sundal” bersifat nubuat—artinya, perintah Allah itu mengantisipasi ketidaksetiaannya, dan nantinya baru ia menjadi seorang yang berzinah.

Kita tahu bahwa, setelah melahirkan tiga anak, Gomer meninggalkan Hosea untuk tinggal bersama pria lain (atau, jika dia awalnya seorang pelacur, untuk kembali ke gaya hidup lamanya). Tuhan kemudian memberi Hosea perintah lain yang bahkan lebih menakjubkan: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis” (Hosea 3:1). Hosea menaati perintah itu, membeli kembali istrinya dengan lima belas syikal perak dan beberapa gandum (ayat 2). Kasih setia ini, yang tidak goyah oleh ketidaksetiaan Gomer, dimaksudkan Allah sebagai gambaran kasih-Nya sendiri bagi umat-Nya yang sesat dan menyembah berhala.

Hosea bernubuat pada masa pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia di Yehuda serta enam raja terakhir di Israel. Yesaya adalah nabi sezamannya, dan ia menggunakan bahasa yang sangat keras untuk menggambarkan ketidaksetiaan Yehuda. Melalui Yesaya, Allah menyebut Yerusalem seorang "sundal” (Yesaya 1:21) karena ketidaksetiaan rohani mereka. Umat hanya tertarik pada kesenangan (Yesaya 5:11–12) dan telah melupakan hal-hal seperti keadilan dan kebenaran demi kekerasan dan kekacauan (Yesaya 5:7). Melalui Yesaya, Allah berbicara dengan penuh semangat tentang kasih-Nya kepada Yehuda, menyebut mereka sebagai kebun anggur yang seharusnya menghasilkan panen yang indah tetapi malah menghasilkan hanya “buah anggur yang asam” (Yesaya 5:1–2), tidak ada yang bernilai.

Allah berkata melalui Hosea bahwa Israel telah meninggalkan-Nya untuk mengasihi “sundal. Anggur dan air anggur” (Hosea 4:10-11), dan Ia menegaskan bahwa baik pria maupun wanita saat itu melakukan perzinahan dengan pelacur-pelacur suci dalam penyembahan dewa-dewa palsu (ayat 12). Gomer adalah simbol yang tepat bagi Israel karena sifat seksual dari penyembahan berhala yang dipraktikkan oleh rakyat. Perzinahan rohani mereka berujung pada perzinahan fisik yang nyata. Pelacuran ritual semacam itu adalah metode umum dalam menyembah Baal.

Hosea mengatakan bahwa Allah akan menghapus nama-nama Baal dari mulut Israel dan mengikatnya dengan-Nya selamanya, dalam kebenaran dan keadilan, dalam kasih setia dan belas kasihan (Hosea 2:17, 19). Allah akan menyembuhkan mereka dengan kuasa-Nya sendiri (Hosea 14:4–7). Ayat-ayat ini menandakan kedatangan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita lah yang mencegah kita mengikuti teladan buruk Israel dan menyimpang dari Tuhan.

Metafora pelacuran dan perzinahan digunakan berulang kali di sepanjang Alkitab untuk menggambarkan ketidaksetiaan kepada Allah. Banyak nabi menggunakan kemaksiatan seksual sebagai gambaran ketidaksetiaan rohani kepada Allah yang adalah pemilik umat-Nya (Yehezkiel 16:32; 23:27; Yeremia 13:27). Dalam Perjanjian Baru, bahasa serupa digunakan dalam Yakobus 4:4 dan Wahyu 17:2.

Ketidaksetiaan Gomer merupakan simbol ketidaksetiaan rohani Israel, namun pernikahan Hosea dengan Gomer dan penebusannya atas Gomer merupakan simbol abadi akan kesetiaan Allah dan penebusan bagi umat-Nya yang tidak setia, baik pada masa itu maupun sekarang, melalui Yesus Kristus. Firman Allah kepada bangsa Israel seharusnya mengisi kita dengan harapan hari ini: “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN” (Hosea 2:18–19).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Gomer dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries