Pertanyaan
Siapakah Eutikhus dalam Alkitab?
Jawaban
Eutikhus, yang namanya berarti “beruntung,” mengalami nasib sial terjatuh dari jendela—namun juga beruntung karena langsung menyaksikan sebuah mukjizat sesudahnya. Kisah kecelakaan Eutikhus tercantum dalam Kisah Para Rasul 20:7–12.
Latar belakangnya adalah akhir dari perjalanan misionaris ketiga Paulus. Ia telah berlayar dari Filipi dan sedang dalam perjalanan kembali ke Yerusalem dengan membawa bantuan untuk jemaat di sana. Ia menghabiskan seminggu di Troas, dan “pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu. Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati. Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: 'Jangan ribut, sebab ia masih hidup.' Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur” (Kisah Para Rasul 20:7–12).
Lukas, seorang dokter dan saksi mata peristiwa ini, dengan jelas menyatakan bahwa Eutikhus telah mati. Jatuhnya dari jendela lantai tiga telah menjadi penyebab kematian pemuda itu. Namun, Paulus, seorang rasul sejati Yesus Kristus, diberi kuasa untuk membangkitkan Eutikhus kembali ke kehidupan. Ini adalah salah satu dari sangat sedikit kebangkitan yang tercatat dalam Alkitab—yang lain termasuk mukjizat yang dilakukan oleh Elia (1 Raja-raja 17:17–24), Elisa (2 Raja-raja 4:32–37), Petrus (Kisah Para Rasul 9:36–42), dan, tentu saja, Yesus sendiri (Lukas 8:49–56; Yohanes 11).
Setelah Eutikhus dibangkitkan kembali, jemaat di Troas mengadakan perjamuan, Paulus melanjutkan khotbahnya, dan, seperti yang dapat diduga, teman-teman dan keluarga Eutikhus “sangat terhibur” karena tidak perlu merencanakan pemakaman (Kisah Para Rasul 20:12).
Beberapa orang mungkin mencoba menggunakan kisah Eutikhus untuk memperingatkan bahaya tidur di gereja—atau berkhotbah terlalu lama—tetapi inti dari kisah ini hanyalah kuasa Tuhan untuk menyembuhkan. Lukas memasukkan kisah ini untuk menunjukkan kuasa Tuhan yang besar dan memberi kehidupan, serta untuk semakin mengukuhkan pesan Paulus sebagai rasul sejati, dengan “tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa” (2 Korintus 12:12).
English
Siapakah Eutikhus dalam Alkitab?