settings icon
share icon
Pertanyaan

Apakah yang dimaksud dengan Doa Yesus?

Jawaban


Doa Yesus adalah sebuah doa atau nyanyian singkat yang digunakan secara berulang-ulang untuk membantu seseorang "tetaplah berdoa" (1 Tesalonika 5:17), untuk memfokuskan pikirannya kepada Yesus, untuk memasuki kekuatan ilahi, atau (dalam Hesychasm) untuk mencapai persatuan dengan Tuhan. Doa Yesus sangat populer dalam Ortodoksi Timur, meskipun umat Katolik Roma juga menggunakannya.

Secara umum, Doa Yesus mengikuti, dengan beberapa variasi, doa pemungut cukai dalam perumpamaan Yesus tentang orang Farisi dan pemungut cukai (Lukas 18:13). Doa Yesus dalam bahasa Yunani adalah Κύριε Ἰησοῦ Χριστέ, Υἱὲ τοῦ Θεοῦ, ἐλέησόν με τὸν ἁμαρτωλόν, yang diterjemahkan menjadi "Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku, orang berdosa."

Sebagai doa yang singkat dan ringkas yang berseru kepada Tuhan untuk memohon kasih karunia, tidak ada yang salah dengan Doa Yesus. Doa ini dapat menjadi cara yang mudah untuk mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan sepanjang hari. Doa ini diakhiri dengan pengakuan bahwa kita adalah orang berdosa. Kita tidak layak mendapatkan belas kasihan, tetapi kita meminta Yesus untuk memberikannya kepada kita. Semua ini alkitabiah.

Namun, seperti halnya doa liturgis lainnya, Doa Yesus dapat dengan mudah menjadi mantra, pengulangan yang sia-sia (lihat Matius 6:7), atau serangkaian kata yang tidak berarti. Para penulis ortodoks berbicara tentang berdoa Doa Yesus sebagai sebuah "pertapaan batin" dan "kemartiran yang tersembunyi," yang menekankan aspek mistik dari doa yang diulang-ulang. Dalam Hesychasm (sebuah gerakan mistik dalam Ortodoksi Timur), Doa Yesus digunakan untuk mencapai pengosongan pikiran sepenuhnya - sebuah praktik yang tidak alkitabiah. Berdoa Doa Yesus sering kali disertai dengan penggunaan tali doa (komboskini dalam bahasa Yunani dan chotki dalam bahasa Rusia) atau tasbih dengan cara yang mirip dengan berdoa Rosario, menambahkan ritual dan tradisi pada apa yang seharusnya menjadi praktik spiritual.

Bahaya lain dari penggunaan Doa Yesus secara berulang-ulang adalah bahwa praktisi dapat menjadi bingung mengenai sumber kekuatan ilahi. Apakah kekuatan dalam kata-kata yang diucapkan berulang-ulang? Apakah pengucapan ini merupakan doa yang benar, atau menjadi mantra magis? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan yang mulia adalah sumber kekuatan; doa-doa kita hanya memiliki kekuatan jika didoakan dalam kehendak Tuhan.

Nasihat Alkitab untuk "tetaplah berdoa" (1 Tesalonika 5:17) bukanlah sebuah tuntutan untuk menggumamkan kata-kata yang sama berulang-ulang sepanjang hari. Sebaliknya, berdoa tanpa henti berarti memiliki sikap kesadaran akan Tuhan yang kita bawa setiap saat, yang memungkinkan kita untuk membawa beban kita langsung kepada Tuhan saat kita merasakannya. Kita telah dipanggil untuk, "nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (Filipi 4:6). Kita tidak dipanggil untuk bertapa seperti seorang biarawan atau merapal mantra. Meskipun Doa Yesus mengandung kebenaran alkitabiah, namun bukan doa berulang-ulang yang membuat kita dapat mendekatkan diri kita kepada Tuhan.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apakah yang dimaksud dengan Doa Yesus?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries