settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa itu Dekrit Milan?

Cetak
Jawaban


Dekrit Milan merupakan langkah penting dalam menjamin hak-hak sipil umat Kristen di seluruh Kekaisaran Romawi. Selama hampir tiga ratus tahun, agama Kristen secara praktis dilarang di Kekaisaran Romawi. Umat Kristen menjadi sasaran berbagai tingkat penganiayaan, hingga termasuk penangkapan atau eksekusi, tergantung pada kehendak para penguasa saat itu. Pada tahun 311 M, Kaisar Romawi Galerius mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa umat Kristen harus diperlakukan dengan “toleransi.” Dalam praktiknya, hal ini hanya membatalkan penganiayaan resmi terhadap agama Kristen yang dimulai oleh Diocletianus pada tahun 303. Namun, pengembalian harta yang disita dan pemulihan hak-hak tidak termasuk dalam dekrit Galerius.

Pada tahun 313, Kaisar Barat, Konstantinus, bertemu dengan saingannya sekaligus mitranya, Kaisar Timur, Licinius, di kota Milan, Italia. Sebagai bagian dari pembahasan mereka, keduanya mengeluarkan pernyataan bersama, yang kemudian dikenal sebagai Dekrit Milan. Proklamasi ini melindungi hak-hak penuh bagi warga Kristen di Kekaisaran, mengembalikan harta benda mereka, membebaskan mereka dari penjara, dan secara efektif melarang penganiayaan pemerintah terhadap keyakinan mereka. Dekrit ini juga menyatakan adanya toleransi agama secara umum, yang mengizinkan hampir segala bentuk ekspresi keyakinan spiritual.

Meskipun Dekrit Milan merupakan tonggak sejarah penting bagi Kekristenan, dekrit tersebut pada dasarnya hanyalah catatan tambahan dalam riwayat tokoh yang paling berjasa di baliknya: Konstantinus. Walaupun dekrit itu menyatakan toleransi bagi semua keyakinan, dukungan terbuka Konstantinus terhadap Kekristenan terus meluas sepanjang masa pemerintahannya. Kekristenan, yang saat Dekrit Milan diterbitkan masih merupakan subkultur yang sedang berkembang di dalam Kekaisaran Romawi, telah menjadi agama "de facto" kekaisaran tersebut menjelang wafatnya Konstantinus. Praktik persekusi memang pernah dihentikan sebelumnya, namun Dekrit Milan tahun 313 melangkah lebih jauh dengan memberikan perlindungan langsung terhadap hak-hak keagamaan warga Romawi. Hal tersebut, ditambah dengan dukungan dari seorang pemimpin yang sangat memihak Kekristenan, secara resmi mengakhiri penindasan Romawi terhadap umat Kristen.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa itu Dekrit Milan?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries