settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Benediktus dari Nursia? Apa itu Aturan Santo Benediktus?

Cetak
Jawaban


Sangat sedikit yang diketahui mengenai kehidupan Benediktus dari Nursia, yang hidup sekitar tahun 480–547, dan sebagian besar informasi yang ada berasal dari sebuah biografi yang ditulis oleh Gregorius Agung. Gregoriuslah yang menyebarluaskan Aturan Santo Benediktus, dan Benediktus kini dianggap sebagai bapa kehidupan biara di Barat.

Seiring berjalannya waktu, penganiayaan yang umum terjadi pada tahun-tahun awal Kekristenan berubah menjadi toleransi, dan kemudian pengakuan resmi dari Kaisar Romawi. Hal ini menyebabkan lonjakan besar jumlah orang yang bergabung dengan gereja dan mengaku sebagai Kristen—terlepas dari apakah mereka benar-benar telah memiliki iman yang menyelamatkan kepada Kristus atau bahkan memahami apa arti semua itu. Masuknya begitu banyak orang Romawi yang belum bertobat ke dalam gereja disertai dengan penurunan standar perilaku secara umum. Banyak orang Kristen merasa sedih melihat hal ini dan berusaha hidup menyendiri atau membentuk komunitas-komunitas kecil yang terpisah, di mana mereka dapat mengamalkan apa yang mereka yakini sebagai iman sejati mereka. Langkah untuk memisahkan diri ini merupakan awal mula kehidupan biara—sebuah penarikan diri dari masyarakat dalam upaya mempraktikkan Kekristenan yang tidak tercemar oleh dunia dengan segala godaan dan pencemarannya.

Benediktus belajar hukum dan retorika di Roma, tetapi, saat ia menyaksikan kemerosotan moral di kota itu di kalangan orang-orang yang mengaku sebagai orang Kristen, ia memutuskan untuk menarik diri dari masyarakat dan hidup sendirian. Pada dua kesempatan, Benediktus menjadi pemimpin (abbas) sebuah biara, tetapi keduanya berakhir buruk, dengan ia terpaksa meninggalkan tempat tersebut. Benediktus kemudian mendirikan sebuah biara di Monte Cassino di Italia tengah sekitar tahun 520 M dan mengabdi di sana hingga akhir hayatnya.

Di sinilah ia menyusun aturan untuk mengatur kehidupan para biarawan, yang kemudian menjadi standar bagi biara-biara di Eropa dan sebagian besar masih diikuti hingga saat ini. Aturan tersebut menekankan ketaatan kepada kepala biara sebagai otoritas rohani, ibadah dan doa, pelayanan, serta kerja. Para biarawan Benediktin selalu menekankan pentingnya kerja: bagi Santo Benediktus, kerja atau tenaga fisik diperlukan untuk kesejahteraan manusia dan esensial bagi seorang Kristen. Para biarawan Benediktin sering disebut “biarawan hitam” karena mereka mengenakan jubah hitam.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Benediktus dari Nursia? Apa itu Aturan Santo Benediktus?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries