settings icon
share icon
Pertanyaan

Siapakah Batsyeba dalam Alkitab?

Cetak
Jawaban


Batsyeba, putri Eliam, awalnya menikah dengan Uria orang Het, salah satu prajurit setia Daud (2 Samuel 11:3). Namun, ia kemudian menjadi istri Raja Daud dan ibu Raja Salomo (2 Samuel 11:27; 12:24). Nama Batsyeba berarti “putri kelimpahan.” Alkitab menggambarkannya sebagai “sangat elok rupanya” (2 Samuel 11:2).

Batsyeba paling dikenal karena kisah perselingkuhan Daud, sebagaimana dijelaskan dalam 2 Samuel 11. Narasi ini menyoroti kontras antara kesetiaan Uria dan Batsyeba dengan nafsu bejat Daud. Suatu malam, Batsyeba sedang mandi, kemungkinan untuk membersihkan diri sesuai dengan Hukum Musa (2 Samuel 11:2, 4). Daud melihatnya mandi dan menginginkannya. Meskipun mengetahui bahwa Batsyeba telah menikah dengan Uria, Daud memanggilnya ke istana dan tidur dengannya. Kemudian, Batsyeba memberitahu Daud bahwa ia hamil (2 Samuel 11:5).

Dalam upaya menyembunyikan dosanya, Daud memanggil Uria kembali dari medan perang, berharap Uria akan tidur dengan Batsyeba (2 Samuel 11:6–10). Namun, Uria, yang tetap setia pada tugasnya sebagai prajurit, memilih tidak pulang ke istrinya (2 Samuel 11:11). Merasa frustrasi, Daud merancang rencana jahat untuk mengirim Uria ke garis depan pertempuran. Pada saat yang sama, Daud memerintahkan Yoab, panglima tentara, untuk mundur, yang mengakibatkan kematian Uria di tangan musuh (2 Samuel 11:14–25).

Batsyeba menerima kabar duka tentang kematian suaminya di medan perang dan berduka atas Uria (2 Samuel 11:26). Selanjutnya, Batsyeba menjadi istri Daud. Sayangnya, kesedihan tidak berhenti di situ. Bayi yang baru lahir Daud dan Batsyeba, yang tidak disebutkan namanya dalam narasi, meninggal hanya tujuh hari setelah lahir sebagai akibat dosa Daud (2 Samuel 12:18). Dalam Mazmur 51, Daud mengaku dosanya dengan Batsyeba dan berdoa memohon pengampunan.

Sebagai ratu, Batsyeba melahirkan Salomo, putra keduanya, yang kemudian menjadi raja Israel (2 Samuel 12:24). Putra ini sangat dikasihi oleh Tuhan dan diberi nama Yedija, yang berarti “yang dikasihi Tuhan.” Dalam istilah modern, Batsyeba mengalami kebahagiaan memiliki “bayi pelangi.”

Batsyeba menghilang dari narasi Alkitab hingga kemudian, ketika ia memainkan peran krusial dalam memastikan suksesi Salomo ke takhta (1 Raja-raja 1:11–35). Ketika Adonia, putra Daud lainnya, mendeklarasikan dirinya sebagai raja Israel pada masa tua Daud, nabi Natan mengingatkan Batsyeba akan sumpah Daud bahwa Salomo akan menjadi penerusnya. Batsyeba dan Natan segera menemui Daud untuk mengingatkan dia akan janjinya. Batsyeba membungkuk di hadapan Raja Daud dan menceritakan kepadanya tentang tindakan Adonia. Kemudian ia menekankan situasi genting yang dihadapi dirinya dan Salomo: “kepadamulah, ya tuanku raja, tertuju mata seluruh orang Israel, supaya engkau memberitahukan kepada mereka siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku. Nanti aku ini dan anakku Salomo dituduh bersalah segera sesudah tuanku raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya” (1 Raja-raja 1:20–21). Natan membenarkan laporan Batsyeba. Akibatnya, Daud memberikan perintah, dan Salomo secara resmi dinobatkan sebagai raja Israel.

Ada beberapa detail tambahan yang perlu diperhatikan mengenai Batsyeba. Setelah Salomo naik takhta, Batsyeba dengan polos membantu Adonia dalam memohon agar Salomo mengizinkannya menikahi Abisag dari Sunem, yang pernah menjadi pendamping tanpa ikatan asmara dengan Daud (1 Raja-raja 2:13–21). Salomo menolak permintaan tersebut, menyadari bahwa Adonia berusaha memanfaatkan Batsyeba untuk memanipulasi jalannya menuju takhta. Salomo memerintahkan eksekusi Adonia beserta semua orang yang terlibat dalam konspirasi untuk merebut takhta darinya (ayat 22–35).

Banyak ahli berpendapat bahwa Batsyeba mungkin adalah ibu dari Lemuel yang disebutkan dalam Amsal 31:1–9. Mengingat Raja Lemuel diyakini sebagai nama panggilan untuk Salomo, kemungkinan Batsyeba, sebagai ibunya, mengajarkannya untuk hidup dalam takut akan Tuhan. Selain itu, dalam silsilah Yesus yang tercantum dalam Matius 1:1–17, Batsyeba secara tidak langsung disebutkan dalam ayat 6 sebagai “istri Uria.”

Kisah Batsyeba mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki rencana, dan Dia dapat bekerja bahkan melalui situasi sulit dengan orang-orang yang tidak sempurna untuk mewujudkan sesuatu yang baik. Ratu Batsyeba, terlepas dari peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan seputar kedatangannya ke istana, menjadi ibu dari raja paling bijaksana dan paling sukses yang pernah menduduki takhta.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Siapakah Batsyeba dalam Alkitab?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon YouTube icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries