Pertanyaan
Siapakah Asyer dalam Alkitab?
Jawaban
Asyer adalah anak laki-laki kedelapan Yakub, dan namanya berarti “Terberkati” atau “Bahagia.” Ibu Asyer adalah Zilpa, hamba Lea. Menurut hukum pada masa itu mengenai anak-anak yang lahir dari hamba, Asyer dianggap sebagai anak Lea, bukan anak Zilpa. Asyer memiliki sebelas saudara laki-laki, termasuk seorang saudara kandung dari Zilpa; dua saudara tiri dari istri Yakub yang lain, Rahel; dua saudara tiri dari hamba Rahel, Bilha; dan enam saudara tiri dari Lea. Ia juga memiliki seorang saudara perempuan bernama Dina. Setiap anak Yakub, termasuk Asyer, akan menjadi kepala salah satu dari dua belas suku Israel. Seperti yang dijanjikan Allah kepada buyut Asyer, Abraham, Allah sedang menjadikan keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar (Kejadian 12:2).
Alkitab tidak banyak menceritakan tentang Asyer sebagai individu. Namun, Alkitab menggambarkan kecemburuan dan kemarahan Asyer dan saudara-saudaranya terhadap saudara mereka, Yusuf, akibat perlakuan istimewa yang diberikan Yakub kepadanya (Kejadian 37:3–4). Perlakuan istimewa ini, ditambah dengan penjelasan Yusuf tentang mimpi-mimpinya di mana saudara-saudaranya bersujud kepadanya, menyebabkan saudara-saudaranya mengembangkan kebencian yang sangat mendalam terhadapnya (ayat 5–11). Asyer dan saudara-saudaranya akhirnya menjual Yusuf kepada para pedagang, yang kemudian menjualnya sebagai budak di Mesir (ayat 28). Yusuf melayani di sana selama beberapa tahun, tetapi Allah mengangkatnya menjadi wakil raja Mesir (Kejadian 41:39–41). Karena Yusuf telah menafsirkan mimpi raja yang memperingatkan tentang tujuh tahun kemakmuran diikuti oleh tujuh tahun kelaparan besar, Firaun menugaskan Yusuf untuk mengumpulkan makanan selama tujuh tahun yang baik dan menyimpannya untuk tujuh tahun yang buruk (ayat 48–49). Ketika kelaparan dimulai, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk membeli makanan, dan akhirnya menyadari bahwa orang yang mereka hadapi adalah saudara mereka sendiri. Mereka menyesali apa yang telah mereka lakukan kepada Yusuf, dan tak lama setelah pertemuan itu, Yakub dan seluruh keluarganya dibawa untuk tinggal di Mesir.
Sebelum Yakub meninggal, ia memberkati masing-masing anaknya. Berkat untuk Asyer berbunyi sebagai berikut: “Asyer, makanannya akan limpah mewah dan ia akan memberikan santapan raja-raja” (Kejadian 49:20). Pada dasarnya, Yakub memberkati Asyer dan keturunannya dengan janji bahwa mereka akan memperoleh makanan yang baik dan kekayaan. Kemudian, Musa juga memberkati keturunan Asyer: “Diberkatilah Asyer di antara anak-anak lelaki; biarlah ia disukai oleh saudara-saudaranya, dan biarlah ia mencelupkan kakinya ke dalam minyak. Biarlah dari besi dan dari tembaga palang pintumu, selama umurmu kiranya kekuatanmu” (Ulangan 33:24–25).
Kejadian 46:17 mencatat bahwa Asyer memiliki empat putra (Yimna, Yiswa, Yiswi dan Beria) dan satu putri (Serah). Suku Asher pada akhirnya berkembang menjadi enam marga dan, setelah keluar dari Mesir, menjadi cukup besar. Alkitab menyebutkan bahwa, pada suatu saat selama perjalanan orang Israel ke Kanaan, suku Asyer memiliki 41.500 prajurit (Bilangan 1:41).
Suku Asyer mewarisi tanah di Kanaan di sepanjang pantai, dari kota Sidon di utara hingga Gunung Karmel di selatan. Sesuai dengan berkat yang diterima Asyer, suku tersebut memiliki wilayah yang tanahnya termasuk yang paling subur di seluruh Kanaan. Asyer menghasilkan banyak gandum, anggur, minyak, dan mineral.
Keturunan Asyer bertahan sebagaimana yang dijanjikan Allah kepada Abraham, dan sukunya sering disebutkan di sepanjang Alkitab. Salah satu keturunan Asyer, seorang nabiah bernama Hana, diberkati untuk bertemu dengan Bayi Yesus hanya beberapa hari setelah kelahiran-Nya (Lukas 2:36). Dan suatu hari, selama masa kesengsaraan yang akan terjadi setelah Yesus kembali untuk orang-orang percaya, sisa bangsa Israel akan memperoleh pengetahuan yang menyelamatkan tentang Yesus Kristus, termasuk 12.000 orang yang ditandai dari suku Asyer (Wahyu 7:6).
English
Siapakah Asyer dalam Alkitab?