settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa yang Alkitab katakan tentang toleransi?

Jawaban


Memahami apa yang Alkitab katakan tentang toleransi adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen saat ini. Toleransi, seperti yang dipaparkan dalam Alkitab, adalah konsep yang secara fundamental berbeda dengan toleransi yang dipromosikan dalam masyarakat kita saat ini. Sementara dunia menganjurkan suatu bentuk toleransi yang menuntut, tanpa menghakimi, penerimaan semua gaya hidup dan pendapat sebagai sesuatu yang valid, perspektif Alkitab tentang toleransi berbeda. Alkitab mengajarkan bahwa toleransi bukanlah tentang menerima semua perilaku atau posisi sebagai sesuatu yang sah, tetapi tentang memperluas kesabaran, kasih, rasa hormat, dan belas kasihan kepada mereka yang mungkin tidak kita setujui.

Alkitab mengajarkan toleransi sebagai suatu kebajikan (Roma 15:5). Yesus Kristus mencontohkan jenis toleransi yang Dia inginkan agar para pengikut-Nya mengadopsi dan mempraktikkannya (Markus 9:38-40). Toleransi, dari sudut pandang Alkitab, adalah kualitas kesabaran. Ini berarti bersabar terhadap seseorang atau suatu sudut pandang meskipun kita tidak setuju (Efesus 4:2). Kata kerja menoleransi berarti "mengizinkan tanpa menentang; mengakui hak orang lain untuk memiliki pendapat yang berlawanan" (Grenz, S. J. dan Smith, J. T., Pocket Dictionary of Ethics, InterVarsity Press, 2003, hal. 120). Orang Kristen harus berusaha untuk menjadi setoleran mungkin sehingga karakter Kristus yang penuh kasih akan "bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat" (Matius 5:16).

Sebagai pengikut Kristus, kita memupuk toleransi ketika kita siap untuk mengasihi dan menerima orang lain meskipun mereka memiliki sudut pandang yang berbeda. Namun, toleransi tidak mengharuskan orang Kristen untuk membela atau merangkul sudut pandang yang tidak saleh atau tidak alkitabiah sebagai sesuatu yang valid atau benar secara moral. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa beberapa gaya hidup dan perilaku adalah dosa dan tidak menghormati Tuhan. Orang percaya yang setia yang ingin menyenangkan hati Tuhan dan menaati Firman-Nya akan memprioritaskan, mempertahankan, dan membela kebenaran, bahkan ketika keyakinannya bertentangan dengan ekspektasi masyarakat akan toleransi (Kisah Para Rasul 5:29).

Yesus tidak mengutuk perempuan yang tertangkap basah berzinah, tetapi menerima perempuan itu dengan kasih karunia dan belas kasihan (lihat Yohanes 7:53-8:11). Pada saat yang sama, Dia tidak mengabaikan fakta bahwa perempuan itu adalah orang berdosa, dan Dia juga tidak mendorong perempuan itu untuk terus hidup dalam dosa. Sebaliknya, Kristus dengan jujur menjawab kebutuhan perempuan itu, menawarkan pengampunan dan penyucian. Yesus mengatakan kepada perempuan itu untuk meninggalkan kehidupan dosanya dan berjalan dalam kehidupan baru yang kudus. Seorang Kristen dapat berinteraksi secara damai dan lembut dengan orang-orang berdosa dan bersikap toleran terhadap mereka. Namun, ia tidak boleh berhenti menyebut perilaku berdosa sebagai "dosa", dan juga tidak boleh mendorong siapa pun untuk hidup dalam gaya hidup berdosa.

Toleransi adalah hal yang terpuji di dalam tubuh Kristus. Rasul Paulus menulis, "terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya" (Roma 14:1). Toleransi harus diterapkan ketika berhadapan dengan orang percaya yang belum dewasa yang imannya lemah (Roma 14:2-6; 13-22; 1 Korintus 8:8-13). Daripada menghakimi dan mengutuk mereka karena kelemahan mereka, kita harus mendampingi saudara-saudari yang lebih lemah untuk menolong mereka (Roma 15:1; 1 Tesalonika 5:14; 1 Petrus 4:8). Kita harus hidup sedemikian rupa sehingga kita tidak pernah menyebabkan orang percaya tersandung atau jatuh.

Yesus menunjukkan kepada murid-murid-Nya perlunya toleransi terhadap anak-anak (Matius 19:13-14) dan ketika melayani satu sama lain (Markus 9:33-36). Paulus mendorong para pelayan Tuhan untuk bertoleransi dengan pekerja Kristen lainnya, bahkan ketika motif mereka mungkin salah (Filipi 1:17-18).

Alkitab memberikan batasan-batasan yang jelas tentang toleransi. Kejahatan dan kefasikan tidak boleh ditoleransi (Habakuk 1:13). Tidak ada tempat di dalam gereja untuk guru-guru palsu atau ajaran-ajaran yang tidak sehat dan tidak saleh (2 Yohanes 1:10-11; 2 Tesalonika 2:1-3; 1 Timotius 6:3-5, 20-21; 2 Petrus 2:1). Percabulan dan penyembahan berhala tidak boleh ditoleransi dalam tubuh Kristus (1 Yohanes 5:21; 1 Korintus 5:1-5, 11; 6:18-20; 10:7; Wahyu 2:14).

Alkitab memerintahkan kita untuk mempraktikkan toleransi tanpa mengorbankan kebenaran atau melonggarkan standar kekudusan Tuhan. Keseimbangan ini memungkinkan kita untuk melihat orang lain melalui mata Yesus dan memahami bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang terhilang dan tidak berdaya yang membutuhkan belas kasihan, kemurahan, kasih karunia, dan pengampunan-Nya yang luar biasa (Matius 9:36; Markus 6:34). Ketika kita mengasihi orang lain seperti yang dilakukan Yesus, tanpa pamrih, kita dapat mendengar dan melihat kebutuhan mereka yang tak terucapkan, bahkan jika kita tidak setuju dengan mereka.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa yang Alkitab katakan tentang toleransi?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries