settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa yang Alkitab katakan tentang perlindungan?

Jawaban


Pada akhirnya, perlindungan kita berasal dari Tuhan. Pada saat serangan fisik dan rohani dan dalam segala jenis situasi yang mengancam, mereka yang percaya kepada Tuhan mendapati Dia sebagai Pelindung yang kuat. "Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya" (Mazmur 18:31). Berikut adalah beberapa ayat lain yang menekankan perlindungan Tuhan:

"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak" (Mazmur 32:7).

"Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar. Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah" (Mazmur 18:36-37).

"Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu" (Mazmur 119:114).

"Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku . . . Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku" (Mazmur 3:2,4).

Di bawah Perjanjian Lama, Tuhan menjanjikan perlindungan fisik kepada umat-Nya, bangsa Israel, ketika mereka menaati Taurat (Ulangan 7:11-26). Perlindungan ilahi tersebut diperluas untuk menjaga mereka tetap aman dari bangsa-bangsa yang akan datang melawan mereka ketika mereka memasuki Tanah Perjanjian: "Kengerian terhadap Aku akan Kukirimkan mendahului engkau: Aku akan mengacaukan semua orang yang kaudatangi, dan Aku akan membuat semua musuhmu lari membelakangi engkau" (Keluaran 23:27). Di sini kita melihat Tuhan melindungi mereka yang tindakannya sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan-Nya.

Mazmur 121 adalah sebuah lagu yang sangat membesarkan hati bagi mereka yang percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Pemazmur pertama-tama mengidentifikasi bahwa pertolongannya berasal dari Tuhan seluruh bumi (Mazmur 121:1-2). Ia kemudian menginstruksikan kita tentang perhatian Tuhan kepada anak-anak-Nya - Dia yang tidak pernah tidur bertugas siang dan malam (Mazmur 121:3-6). Akhirnya, pemazmur meyakinkan kita bahwa Tuhan yang mengawasi kita akan menjaga kita dari bahaya dan Dia mengawasi semua kegiatan kita sekarang dan selamanya (Mazmur 121:7-8).

Orang-orang yang mengetahui perlindungan Tuhan, termasuk Daud (Mazmur 18:3; 54:7; 138:7); Nuh (Kejadian 7); Daniel (Daniel 6); dan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego (Daniel 3). Perlindungan Tuhan bahkan terlihat jelas dalam kehidupan Ayub. Ya, Ayub mengalami banyak cobaan sebagai akibat dari serangan Iblis, tetapi Tuhan menetapkan batas-batas yang tidak dapat dilewati oleh Iblis. Iblis dibatasi untuk hanya melakukan apa yang Tuhan izinkan, dan tidak lebih dari itu (Ayub 1-3). Melalui semua kesengsaraan dan penderitaan yang Ayub alami, Tuhan melindunginya dari bahaya yang lebih besar. Tuhan juga melindungi iman Ayub, mengizinkan Ayub untuk diuji hanya dalam batas tertentu sebelum Dia turun tangan dan berbicara kepada Ayub (Ayub 38-42). Ayub tidak dapat melihat Tuhan bekerja di balik layar, tetapi dia memahami bahwa perlindungan Tuhan itu pasti dan setia. Tuhan berjanji kepada umat-Nya, "Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (lihat Ulangan 31:6; Yosua 1:5; 1 Tawarikh 28:20; Ibrani 13:5).

Dalam Alkitab, Tuhan menggunakan beberapa cara untuk melindungi umat-Nya, termasuk malaikat (Mazmur 91:11-12), api (2 Raja-raja 1:9-10), banjir (Hakim-hakim 5:21), jalan keluar (Kisah Para Rasul 9:24-25), dekrit kerajaan (Ezra 6:11-12), tentara kafir (Kisah Para Rasul 23:23-24), dan penyakit susah tidur (Ester 6). Kuasa dan kreativitas Tuhan tidak terbatas.

Janji perlindungan Tuhan tidak menjamin bahwa kita tidak akan pernah mengalami rasa sakit atau kehilangan. Kisah Ayub menunjukkan kepada kita bahwa, meskipun Tuhan mampu membebaskan kita dari setiap bencana fisik atau masalah, mungkin bukan kehendak-Nya untuk melakukannya. Kadang-kadang Dia menggunakan ujian untuk memurnikan kita. Pada saat-saat seperti itu, kita harus menganggapnya "sebagai suatu kebahagiaan" karena dengan mengizinkan pencobaan, Tuhan menguji iman kita untuk mengembangkan iman yang lebih dalam sehingga kita bertekun dan bertumbuh menjadi dewasa dan serupa dengan Kristus (Yakobus 1:2-3). Melindungi kita dari pencobaan tidak selalu bermanfaat bagi kita.

Selain itu, Tuhan tidak selalu melindungi kita dari akibat dosa-dosa kita sendiri atau dampak negatif dari dosa-dosa orang lain. Dunia kita telah jatuh, dan kita menanggung kesulitannya. Banyak orang di dalam Yesus Kristus menanggung aniaya (2 Timotius 3:12). Yesus meyakinkan murid-murid-Nya, "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia" (Yohanes 16:33). Namun, dalam setiap situasi, Tuhan tetap memegang kendali, dan penderitaan kita ada batasnya. Tuhan tidak akan membiarkan kita diuji melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya (1 Korintus 10:13). Ombak "bergelora" dan "gelombang-gelombangnya ribut," kata Tuhan, tetapi "mereka tidak dapat melampaui" dari batasan yang telah Tuhan tetapkan (Yeremia 5:22).

Janji perlindungan fisik bukanlah milik kita di bawah Perjanjian Baru; sebaliknya, fokus kita adalah perlindungan rohani dari Tuhan terhadap musuh-musuh jiwa kita. Untuk perlindungan rohani kita, Tuhan telah memberi kita perlengkapan senjata rohani (Efesus 6:10-18) dan damai sejahtera-Nya sendiri untuk menjaga hati dan pikiran kita (Filipi 4:7). Inti dari perlindungan Tuhan adalah berdiamnya Roh Kudus yang kekal (Efesus 2:21-22). Perlindungan inilah yang ada dalam pikiran Paulus ketika ia menulis, "Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin" (2 Timotius 4:18). Bangsa Romawi dapat melakukan yang terburuk, tetapi Paulus memiliki keyakinan bahwa "beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan" (2 Korintus 5:8).

Orang percaya dimeteraikan untuk hari pemuliaan terakhir (Efesus 1:13-14). Apa pun yang terjadi di dunia ini, surga adalah rumah kita. Kita aman secara rohani. "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah" (Yeremia 17:7-8). Kita mendekat kepada Tuhan dan mempercayai perlindungan-Nya. Kita menerima pekerjaan-Nya di dalam kita, karena kita tahu bahwa Dia akan menggenapi tujuan-Nya yang baik dalam hidup kita (Roma 8:28-39).

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa yang Alkitab katakan tentang perlindungan?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries