Pertanyaan
Apa yang dikatakan Alkitab tentang minyak esensial?
Jawaban
Minyak esensial/ atsiri adalah ekstrak tumbuhan yang sangat pekat yang diperoleh melalui penyulingan uap, pengepresan dingin, atau penyadapan resin. Minyak ini kemudian digunakan untuk manfaat terapeutik saat molekul aroma masuk ke dalam hidung dan berjalan melalui sistem saraf. Hasilnya dilaporkan meliputi berkurangnya stres, peningkatan kualitas tidur, dan menghilangkan rasa sakit (lihat "What are the benefits of aromatherapy?" oleh Brent Bauer, M.D., www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/aromatherapy/faq-20058566, diakses 23/6/21). Tidak ada aspek spiritual yang melekat pada proses ilmiah dalam mengekstraksi minyak dari tanaman atau respon fisik tubuh terhadap stimulasi penciuman. Oleh karena itu, sikap hati dan cara kita menggunakan minyak esensial atau aromaterapi lah yang memiliki makna spiritual.
Penggunaan minyak dan infus aromatik terlihat dalam Alkitab. Tuhan memerintahkan Musa untuk memasukkan minyak dengan rempah-rempah aromatik untuk membuat minyak urapan suci bagi para imam dalam Keluaran 30:22-38. Tuhan juga memerintahkan para imam untuk menambahkan minyak wangi pada kurban-kurban tertentu agar menjadi persembahan "yang baunya menyenangkan bagi TUHAN" (Imamat 2:1-2). Orang-orang majus membawa kemenyan (dupa yang harum) dan mur (minyak yang harum) kepada Yesus setelah kelahiran-Nya (Matius 2:11). Yesus diurapi dengan minyak wangi beberapa kali, dan dua kali pada minggu penyaliban-Nya (Matius 26:7, 12; Lukas 7:37-38; Yohanes 12:3). Yakobus menginstruksikan jemaat untuk menggunakan minyak urapan ketika berdoa bagi kesembuhan mereka yang sakit (Yakobus 5:14). Dan Tuhan memberikan Yohanes sebuah penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru di mana "daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa" (Wahyu 22:2).
Dari contoh-contoh ini kita melihat bahwa tanaman dan minyaknya telah digunakan dengan cara-cara yang memuliakan Tuhan dalam penyembahan dan dalam mencari kesembuhan bagi tubuh. Namun, penting untuk diingat bahwa Tuhan berfirman, "Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau" (Keluaran 15:26). Jadi, pada akhirnya, bukan rempah-rempah, minyak, atau tanaman itu sendiri yang menyembuhkan, tetapi Tuhan, Pencipta tanaman dan tubuh manusia.
Karena beberapa agama palsu, termasuk agama Wicca dan Zaman Baru, menggunakan minyak dan dupa, beberapa orang khawatir bahwa minyak esensial dikaitkan dengan sihir atau menggunakannya dapat mengarah pada praktik-praktik yang tidak sesuai dengan Alkitab. Tuhan memerintahkan bangsa Israel, "Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang . . . menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir" (Ulangan 18:10-11). "Penyembahan berhala dan sihir" adalah bagian dari daftar "perbuatan daging" (Galatia 5:20-21). Jadi minyak esensial tidak boleh digunakan sebagai ramuan atau dalam ritual, apakah itu untuk memanfaatkan "energi Alam", meningkatkan getaran psikis, menarik keberuntungan, atau praktik spiritual lainnya yang tidak ditujukan untuk kemuliaan Tuhan yang sejati dalam Alkitab. Namun, penyalahgunaan minyak esensial tidak membatalkan penggunaan yang benar. Karena minyak digunakan untuk kemuliaan Tuhan dalam Alkitab, maka dimungkinkan untuk menggunakan minyak esensial saat ini dengan cara-cara yang menghormati Tuhan dan menghindari praktik-praktik yang tidak alkitabiah.
Sepenuhnya menghindari penggunaan minyak esensial bukanlah satu-satunya kesalahan yang dapat dilakukan orang. Beberapa orang mengejar kesehatan dan umur panjang sampai-sampai kesehatan fisik atau emosional menjadi berhala. Mereka beralih ke setiap diet baru, suplemen, rencana olahraga, atau pengobatan alternatif dan akhirnya melupakan panggilan Tuhan dalam hidup mereka dan kedaulatan-Nya atas kondisi fisik mereka. Mengejar keabadian adalah usaha yang sia-sia (Mazmur 90:10; 1 Petrus 1:24-25; Ibrani 9:27). Yang bertanggung jawab atas penyembuhan adalah Tuhan - bukan tanaman, minyak, atau bahkan obat-obatan atau pembedahan. Dan ketika Dia memilih untuk tidak menyembuhkan kita dalam kehidupan duniawi ini, kita dapat mengambil perspektif Paulus: "Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat" (2 Korintus 12:9-10). Minyak esensial tidak memiliki kekuatan magis. Dalam hikmat dan kasih karunia-Nya, Tuhan telah merancang tubuh manusia untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu terhadap tanaman yang Dia ciptakan, dan Dia harus mendapatkan kemuliaan atas manfaat apa pun yang mungkin kita terima atau tidak terima dari penggunaan minyak atsiri.
Paulus menginstruksikan kepada gereja, "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31). Menggunakan minyak esensial hanya boleh dilakukan dengan cara yang mengakui Tuhan sebagai Pencipta yang sempurna dan Penyembuh yang utama, dan kita harus menghindari praktik-praktik spiritual yang dilarang. Mereka yang memilih untuk menggunakan minyak esensial harus melakukannya dengan motif alkitabiah dan dengan cara yang memuliakan Tuhan, dengan hati yang bersyukur dan menyembah, sambil mengandalkan Dia untuk kesehatan dan penyembuhan.
English
Apa yang dikatakan Alkitab tentang minyak esensial?