settings icon
share icon
Pertanyaan

Apa yang Alkitab katakan tentang kritik?

Jawaban


Kritik adalah tindakan menghakimi secara tidak baik atau mencari-cari kesalahan. Sering kali kita menilai seseorang, sesuatu, atau tindakan secara tidak baik. Faktanya, seorang teman sejati akan mengatakan kebenaran bahkan ketika itu sulit untuk didengar: "Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah" (Amsal 27:6). Yesus cukup kritis terhadap kemunafikan orang Farisi, dan Dia menyatakan ketidaksetujuan-Nya secara paksa dalam beberapa kesempatan (misalnya, Matius 23). Namun, kritik Yesus selalu jujur dan, pada akhirnya, penuh kasih.

Karena Tuhan mengasihi manusia dan menginginkan yang terbaik untuk mereka, Dia menunjukkan kesalahan, kekurangan, dan dosa. Alkitab memberikan beberapa contoh kritik:

"Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu" (Kisah Para Rasul 7:51).

"Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. . . . karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku" (Wahyu 3:15-16).

Perkataan kita haruslah membangun. 1 Tesalonika 5:11 berkata, "karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan." Ibrani 10:24 berkata, "marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik." Dan Galatia 6:1 memberikan motivasi utama untuk mengkritik-dengan sebuah peringatan: "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan." Alkitab memberikan lebih banyak lagi petunjuk spesifik tentang bagaimana memastikan bahwa kritik kita membangun:

Mendasarkan kritik dalam kasih

Efesus 4:15 (mengatakan "kebenaran di dalam kasih") harus menjadi panduan utama kita dalam memberikan kritik. Kritik yang saleh adalah kritik yang benar dan penuh kasih. Kritik itu datang dari hati yang rendah hati dan penuh perhatian yang mengharapkan yang terbaik bagi orang lain. Kritik itu tidak pahit, merendahkan, menghina, atau berhati dingin. 2 Timotius 2:24-25a mengatakan, "seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar \dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan." Dan 1 Korintus 13:4-7 menasihati kita, "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." Kritik, jika dilakukan dengan penuh kasih, akan mengekspresikan sifat-sifat tersebut.

Pastikan kritik didasarkan pada kebenaran

Kritik yang didasarkan pada desas-desus tidak akan membantu; itu adalah gosip. Kritik yang tidak berdasar biasanya akan mempermalukan si pengkritik ketika kebenaran terungkap (lihat Amsal 18:13). Orang-orang Farisi yang merasa benar mengkritik Yesus berdasarkan standar mereka sendiri yang salah; kebenaran tidak berpihak pada mereka. Kita boleh mengkritik apa yang dikritik oleh Alkitab. 2 Timotius 3:16 mengatakan bahwa Alkitab bermanfaat untuk menyatakan kesalahan dan untuk memperbaiki kelakuan. Dengan kata lain, Firman Tuhan yang diilhamkan menuntun kita untuk menganalisa secara kritis situasi sehari-hari.

Berhati-hatilah dengan roh yang kritis

Ada perbedaan yang signifikan antara membantu seseorang menjadi lebih baik dan memiliki roh yang kritis. Roh yang kritis tidak pernah merasa senang. Roh yang kritis mengharapkan dan menemukan kekecewaan di mana pun ia melihat. Ini adalah kebalikan dari 1 Korintus 13: roh yang kritis menghakimi dengan sombong, mudah terprovokasi, mencari-cari kesalahan, dan tidak pernah memiliki harapan untuk disenangkan. Sikap seperti itu merusak yang dikritik dan juga si pengkritik.

Kritik yang alkitabiah adalah kritik yang menolong, penuh kasih, dan berdasarkan kebenaran. Koreksi harus dilakukan dengan lemah lembut. Hal ini berasal dari kasih, bukan dari kepribadian yang masam. Galatia 5:22-23 mengatakan bahwa Roh Kudus ingin menghasilkan di dalam diri kita kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Jika kritik tidak dapat diungkapkan sesuai dengan buah Roh, lebih baik tidak usah diucapkan.

English



Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia

Apa yang Alkitab katakan tentang kritik?
Bagikan halaman ini: Facebook icon Twitter icon Pinterest icon Email icon
© Copyright Got Questions Ministries