Pertanyaan
Apa yang Alkitab katakan tentang ketidaktahuan/ ketidakmautahuan (ignorance)?
Jawaban
Ketidaktahuan (ignorance) adalah kurangnya pengetahuan atau pemahaman. Orang yang tidak tahu berarti tidak menyadari atau tidak memiliki informasi. Terkadang kita tidak tahu karena kita tidak tahu bahwa kita perlu mempelajari sesuatu. Di lain waktu, kita tidak tahu karena kita memilih untuk tidak mempelajari sesuatu yang perlu kita ketahui. Dalam Hosea 4:6, Tuhan berkata, "umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau." Menolak pengetahuan yang Tuhan ingin kita miliki dengan sengaja adalah ketidaktahuan yang berdosa. Ketidaktahuan yang tidak disengaja tentang hal-hal duniawi dapat dimengerti, tetapi ketidaktahuan yang disengaja tentang hal-hal rohani dapat menyebabkan kebinasaan kekal (Roma 1:18-23).
Alkitab membedakan antara ketidaktahuan dan kepolosan. Kita tidak harus tidak tahu tentang fakta dosa; pada kenyataannya, kita bisa saja memiliki pengetahuan yang luas tentang dosa namun tetap tidak bersalah. Tetapi kita semua harus "tidak mau tahu" tentang praktik kejahatan. Efesus 5:11-12 berkata, "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan." Dalam Matius 10:16, Yesus memperingatkan kita, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati."
Untuk berperang secara efektif dalam peperangan rohani, kita harus mengetahui bagaimana cara kerja musuh kita. Orang-orang percaya didorong untuk saling mengampuni, "supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya" (2 Korintus 2:11). Ketidaktahuan tentang apa yang sedang dilakukan Iblis - dan ketidaktahuan tentang kerusakan yang disebabkan oleh ketidakmampuan mengampuni - berbahaya bagi kesehatan rohani kita. Salah satu taktik dasar Iblis adalah membuat orang tetap tidak tahu: "pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah" (2 Korintus 4:4). Orang-orang yang tidak berpengetahuan adalah mangsa empuk bagi mereka yang memiliki rencana jahat (Mazmur 1:1-2; Amsal 7:6-7, 21-23).
Tuhan berkata bahwa penyembahan berhala berasal dari ketidaktahuan rohani: "Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan" (Yesaya 45:20). Ketidaktahuan akan Tuhan yang benar tidak dapat dibenarkan, karena pengetahuan akan keberadaan dan kuasa Tuhan tersedia di sekeliling kita (Roma 1:18-23). Orang-orang yang menggantikan allah-allah palsu dan bukannya mengejar Tuhan yang sejati adalah orang-orang yang berdosa.
Ibrani 5:2 mengatakan bahwa Yesus "dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan." Tuhan memiliki kesabaran yang besar, bahkan terhadap orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Bahkan ketika kita dengan sengaja tidak peduli, Dia memberi kita banyak kesempatan untuk belajar (2 Petrus 3:9). Paulus berkata bahwa Tuhan menunjukkan belas kasihan kepadanya karena, sebelum Yesus menyelamatkannya, ia adalah orang yang "tanpa pengetahuan yaitu di luar iman" (1 Timotius 1:13; Kisah Para Rasul 3:17).
Tuhan memerintahkan kita untuk bertobat dari ketidaktahuan kita dan mencari Dia dengan segenap hati (Kisah Para Rasul 17:30; Yeremia 29:13). Kebalikan dari kebodohan rohani adalah hikmat, dan kita diperintahkan untuk mencari hikmat di atas segala sesuatu (Amsal 3:13-18). Untungnya, hikmat mudah didapat; kitab Amsal melambangkan hikmat sebagai seorang wanita bangsawan yang berseru kepada semua orang: "Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku. Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu" (Amsal 8:4-5). Setiap kali Alkitab memerintahkan kita untuk "mendengar" atau "memperhatikan", Tuhan memberi kita kesempatan untuk menukar ketidaktahuan dengan hikmat-Nya.
English
Apa yang Alkitab katakan tentang ketidaktahuan/ ketidakmautahuan (ignorance)?